Sosialisasi Dan Evaluasi MBG Di Banggai Kepulauan, Dandim Tekankan Ini:

0:00

BANGKEP,Ragamrajawalinusantara.id  — Sejak berjalan Februari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkep kembali dievaluasi. Terlebih setelah adanya aduan sejumlah siswa mengeluhkan makanan yang diterima berbau tak sedap bahkan basi.

“Kita hadirkan semua stakeholder untuk sama-sama saling mengawasi dan mengingatkan agar program MBG di Banggai Kepulauan berjalan lancar,” kata Dandim 1308 LB Letkol Kav. Laode Azhar hamid, S.H, M.Han, Usai Memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Dapur Sehat, Senin (22/09/2025).

Dalam hal ini, Dandim menambahkan, jumlah sasaran program penerima MBG sendiri telah meluas hingga menjadi 26 ribu lebih siswa dengan jumlah 9 dapur. “Hampir setiap kecamatan sudah ada. Kita akan terus perluas, karena idealnya untuk Kabupaten Bangkep diperlukan 38 dapur MBG,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pemantauan Dan Pengawasan Wilayah III kolonel Arm. Rudi Setiawan , S.IP, M.Han. mengungkapkan, temuan makanan yang berbau tidak sedap bahkan basi bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal. Misalnya, saat makanan tiba di sekolah, murid tidak langsung menyantap hingga akhirnya didiamkan cukup lama.

Baca juga Artikel ini:  Babinsa Tirta Jaya Hadiri Pelantikan Sekdes, Kaur Kesra dan Ketua GATI
Adapun Temuan yang harus Di Perbaiki yaitu
1.Gaji Tukang Masak Semula 100 RB Dinaikan 110 RB Per hari.
2.Tempat Pencucian Ompreng Di tutup
3.Pintu Kamar Mandi Di Pindahkan yang semula berada di dalam menjadi di luar
4.Warna Cat yang Semula Warna putih abu”di ganti menjadi biru putih
5. Semula Plastik Bening di ganti Menjadi Kertas PVC
6.Pertangung jawaban(Admin diperbaiki).

“Seharusnya setelah makanan diantar langsung dinikmati, maksimal tiga jam. Apabila lama didiamkan maka kualitas makanan itu akan menurun, apalagi sayuran. Kemudian makanan jangan diletakkan di tempat tebuka,” kata kolonel Arm. Rudi Setiawan , S.IP, M.Han..

Baca juga Artikel ini:  Ketua DPD CIC Aceh Singkil Apresiasi Solidaritas Dukungan Dan Pernyataan Sikap Kepada Cabub Aceh Singkil Oyon Hamzah

Oleh karena itu, pihaknya saat ini rutin memberikan edukasi ke sekolah-sekolah untuk turut menjaga kualitas makanan yang disajikan agar tetap higienis. Begitu juga dengan para murid agar menjaga kebesihan, misalnya dengan mencuci tangan sebelum menyantap hidangan.

“Kalau kita secara internal sudah menyajikan makanan yang sesuai dengan standart dan setiap menu ditentukan oleh ahli gizi setiap harinya. Mulai dari bahan baku, proses masak hingga distribusi ke sekolah juga kita jaga sebaik mungkin,” ujarnya.

Disisi lain, dalam rakor ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan untuk para relawan dapur yang direkrut. Ia tak menampik, bahwa sebagian relawan yang terlibat masih ada yang belum memiliki pengetahuan dasar tentang kuliner.

Baca juga Artikel ini:  Persit KCK Cabang XXI Kodim 1307/ Poso Gelar Lomba Posyandu dan Rumah Sehat

“Evaluasinya kita akan berikan pelatihan bagi relawan dapur. Karena rekrutmen berasal dari masyarakat sekitar, sehingga tidak semua punya pengetahuan tentang makanan, pengawasan bahan baku,” ucapnya.( Pendim 1308/LB )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *