Pondok gede Bekasi kota – Ragamrajawalinusantara.id
Ketua WN 88 Sektor Pondok Gede, Nurata, melontarkan kecaman keras terhadap RS Karunia Kasih yang menolak wartawan Yusup Bahtiar saat dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis. Ia menilai sikap rumah sakit tersebut sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan dan mencoreng marwah pelayanan kesehatan.
Nurata menegaskan, penolakan terhadap Yusup Bahtiar bukan kejadian pertama. Ia mengaku pernah mengalami langsung perlakuan serupa, di mana anggota keluarganya sendiri diperlakukan tidak manusiawi ketika membutuhkan layanan kesehatan di RS Karunia Kasih.
“Ini bukan cerita baru. Saya dan keluarga pernah menjadi korban sikap dingin RS Karunia Kasih. Ketika orang sedang sakit dan butuh pertolongan, justru ditolak. Ini sangat memalukan,” tegas Nurata dengan nada geram.
Menurutnya, rumah sakit tidak boleh memilih-milih pasien, apalagi sampai mengorbankan nyawa manusia hanya karena persoalan administrasi atau alasan lain yang tidak masuk akal.
“Rumah sakit itu tempat menyelamatkan nyawa, bukan tempat menutup pintu bagi orang sakit. Menolak pasien sama saja dengan mengabaikan kemanusiaan,” lanjutnya.
Di tengah kerasnya kritik terhadap RS Karunia Kasih, Nurata justru memberikan apresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang menunjukkan kepedulian nyata. Ia secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Pondok Gede yang telah hadir dan membesuk keluarganya sebagai bentuk empati.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada AKP Kusnandar, Panit Binmas Iptu Supardi, Kanit Samapta Iptu Slamet Riyadi, dan Kanit Lantas Iptu Parlan yang telah menunjukkan kepedulian dan rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Nurata juga menyampaikan pujian terbuka kepada seluruh jajaran RSUD Pondok Gede yang dinilainya bertindak cepat, profesional, dan tanpa diskriminasi hingga berhasil menyelamatkan nyawa wartawan Yusup Bahtiar.
“RSUD Pondok Gede membuktikan bahwa rumah sakit pemerintah masih menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Nyawa Yusup Bahtiar diselamatkan karena tindakan cepat dan tanggung jawab mereka,” katanya.
Nurata mendesak Dinas Kesehatan dan pihak berwenang untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut serta mengevaluasi manajemen RS Karunia Kasih agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.
“Kalau ini dibiarkan, korban berikutnya bisa siapa saja. Jangan tunggu ada nyawa melayang baru bertindak,” pungkasnya.
Ancha













