Aceh Tamiang – RagamRajawaliNusantara.id |Terkait dengan isu tentang adanya bantuan sosial individu dan kelompok korban konflik yang berasal dari Badan Reintegrasi Aceh (BRA) tahun 2023 kini mulai menuai masalah dikalangan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang khususnya para korban konflik.
Banyak masyarakat yang menduga dan mendatangi para pihak yang berwenang pada satuan pelaksana BRA Kabupaten Aceh Tamiang guna menanyakan kebenaran akan hal tersebut, akan tetapi apa yang menjadi harapan masyarakat akan hal tersebut tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Terhadap postingan dimedia sosial dan pemberitaan online, untuk menjawab “misteri” ini akhirnya ketua Satuan Pelaksana BRA Kabupaten Aceh Tamiang masa kepengurusan Agus Salim yang dijabatnya terhitung April 2021 sampai Maret 2024 akhirnya angkat bicara.
Ketika dijumpai RagamRajawaliNusantara.id pada salah satu kafe dikarang baru pada senin (13/05/2024) Agus Salim mengatakan, “Saya selaku ketua Satuan Pelaksana BRA Kabupaten Aceh Tamiang pada saat itu sama sekali tidak mengetahui apalagi, mengusulkan, memberikan atau mengeluarkan rekomendasi apapun terkait bantuan dari BRA yang mengatasnamakan korban konflik tahun anggaran 2023” tegasnya.
Banyak kalangan menilai ini adalah kegiatan BRA Kabupaten Aceh Tamiang namun bila dilihat dari sumber anggaran dan judul kegiatannya ini merupakan kegiatan BRA Propinsi.
“Guna menghindari kesalahpahaman informasi dikalangan masyarakat maka saya tegaskan sekali lagi kami Satuan Pelaksana BRA Kabupaten Aceh Tamiang tidak mengetahui akan hal tersebut” ucapnya lagi.
Miris memang dengan kegiatan yang mengatasnamakan bantuan korban konflik di Aceh Tamiang tetapi nyatanya tidak satupun dari daftar nama yang ada pada bantuan tersebut merupakan korban konflik di Aceh Tamiang. (YS)