Sumedang — Dalam rangka tawaqquf dan persiapan spiritual menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Taklim Nurul Iman Pondok Gede melaksanakan tour ziarah religi ke Makam Prabu Geusan Ulun yang berlokasi di Dayeuh Luhur, Kabupaten Sumedang, pada hari yang telah ditentukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan rohani sekaligus penguatan pemahaman sejarah Islam dan kebudayaan Nusantara, 31 Januari 2026.
Rombongan ziarah dipimpin dan dihadiri oleh para tokoh agama dan masyarakat, antara lain KH. Drs. Manshur, KH. Ridwan, S.Pd.I, Ustadz Rusmin, Syahril, serta Ustadz H. M. Ihsan Has (Forsila Pondok Gede). Kedatangan rombongan disambut dan diterima langsung oleh Juru Kunci Makam Prabu Geusan Ulun, N. Sutisna, S.Pd.I., M.Si., yang turut memberikan penjelasan terkait sejarah dan nilai-nilai keteladanan Prabu Geusan Ulun.
Kegiatan ziarah diawali dengan doa bersama, pembacaan tahlil, serta tausiyah singkat yang menekankan pentingnya muhasabah diri, penyucian hati, dan penguatan niat dalam menyambut Ramadhan. Tawaqquf ini diharapkan menjadi sarana refleksi agar jamaah mampu mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa dan amal-amal Ramadhan lainnya.
Prabu Geusan Ulun dan Silsilah Keturunannya.
Prabu Geusan Ulun merupakan Raja Sumedang Larang yang memerintah pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang arif, berwibawa, serta memiliki peran penting dalam masa transisi peradaban Sunda menuju era Islam.
Secara silsilah, Prabu Geusan Ulun bernama Raden Angkawijaya, putra dari Prabu Pucuk Umun (Prabu Angkawijaya), Raja Sumedang Larang sebelumnya. Prabu Geusan Ulun merupakan keturunan langsung dari Raja-raja Pajajaran, yang bermuara pada Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Dengan demikian, Sumedang Larang dipandang sebagai kelanjutan historis dari Kerajaan Pajajaran setelah keruntuhannya.
Silsilah singkat Prabu Geusan Ulun dapat diringkas sebagai berikut:
Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) → Raja-raja Pajajaran → Prabu Pucuk Umun → Prabu Geusan Ulun (Raden Angkawijaya).
Sebagai Raja Sumedang Larang, Prabu Geusan Ulun dikenang tidak hanya karena kekuasaannya, tetapi juga karena nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan warisan moral yang masih relevan hingga saat ini.
Melalui kegiatan ziarah ini, Majelis Taklim Nurul Iman Pondok Gede berharap jamaah dapat meneladani nilai-nilai luhur para pendahulu, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa sejarah dan spiritualitas merupakan bagian penting dalam membangun pribadi dan masyarakat yang berakhlak mulia.
Yusup Bahtiar.












