Bekasi – Suasana tenang di sebuah rumah di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, berubah menjadi tragedi berdarah yang mengguncang keluarga dan warga sekitar. Seorang pensiunan pekerja pelabuhan yang juga dikenal sebagai aktivis buruh, Ermanto Usman (65), ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya setelah dihantam linggis oleh pelaku yang hingga kini masih didalami motifnya oleh polisi.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin dini hari, 2 Maret 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap menjelang waktu sahur. Korban yang merupakan pensiunan dari Jakarta International Container Terminal (JICT) itu diserang secara brutal di kediamannya. Sang istri juga menjadi korban dalam serangan tersebut dan mengalami luka berat hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap bahwa pelaku melakukan aksi kekerasan menggunakan linggis.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, korban dipukul berulang kali dengan alat tersebut.
“Dari hasil interogasi awal, pelaku memukul korban menggunakan linggis. Setelah melakukan aksinya, pelaku membuang linggis itu di tanah kosong yang berada di depan rumah korban,” ujar Iman kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Anak Korban Menemukan Kejanggalan Saat Waktu Sahur
Tragedi ini pertama kali terungkap dari kejanggalan yang dirasakan oleh anak korban. Biasanya, setiap menjelang sahur selama bulan Ramadan, orang tuanya selalu membangunkannya. Namun pada hari itu, hingga sekitar pukul 04.00 WIB, tidak ada suara panggilan seperti biasanya.
Merasa ada yang tidak beres, sang anak kemudian turun dari kamar untuk memeriksa kondisi rumah. Saat itu, rumah dalam keadaan gelap dan tidak ada respons dari orang tuanya.
Ia sempat mendengar suara ibunya secara samar, namun ketika mencoba membuka pintu kamar, gagang pintu sudah dalam keadaan rusak dan tidak bisa dibuka.
Kondisi tersebut membuatnya panik. Dalam keadaan bingung, ia keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar. Namun karena waktu masih sangat dini, lingkungan sekitar masih sepi.
Akhirnya ia menghubungi anggota keluarga lainnya. Setelah keluarga datang, mereka memutuskan untuk membongkar jendela rumah agar bisa masuk.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa saat keluarga berhasil masuk ke dalam rumah, kondisi korban sudah sangat mengenaskan.
“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia bersimbah darah. Sementara istrinya mengalami luka berat,” jelasnya.
Pelaku Ditangkap Sepekan Setelah Kejadian
Setelah melakukan penyelidikan intensif selama sepekan, tim Jatanras Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap pelaku. Penangkapan dilakukan pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 18.54 WIB di wilayah Cilincing.
Polisi kini masih mendalami motif pembunuhan yang menewaskan Ermanto. Sejumlah kemungkinan, termasuk motif pribadi maupun faktor lain, masih dalam tahap penyelidikan.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di markas Polda Metro Jaya untuk mengungkap secara utuh kronologi dan latar belakang peristiwa berdarah tersebut.
Sosok Ermanto Usman
Di kalangan pekerja pelabuhan, nama Ermanto Usman dikenal bukan sekadar sebagai karyawan biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif memperjuangkan kepentingan pekerja di lingkungan pelabuhan selama bertahun-tahun sebelum pensiun dari JICT.
Kepergiannya secara tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan sesama pekerja pelabuhan yang mengenalnya sebagai pribadi yang vokal dan berani.
Kini, keluarga korban masih menunggu proses hukum berjalan hingga tuntas, sembari berharap keadilan benar-benar ditegakkan atas tragedi yang merenggut nyawa seorang ayah dan hampir merenggut nyawa sang istri di rumah mereka sendiri.
Jika Anda mau, saya juga bisa membuat versi narasi yang lebih tajam seperti laporan investigatif media (gaya berita yang lebih menggugah emosi pembaca dan terasa seperti headline media besar). Biasanya gaya itu lebih kuat untuk portal berita atau media sosial.
Yusup Bahtiar.













