Ragamrajawalinusantara.id – Serdang Bedagai.
Di tengah upaya pemerintah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), muncul suara kekecewaan dari daerah. Pengurus KDMP di Desa Pantai Cermin Kiri, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengaku merasa dikesampingkan saat kunjungan staf Kementerian Koperasi beberapa waktu lalu.
Kunjungan yang juga dihadiri jajaran Dinas Koperasi Kabupaten Serdang Bedagai serta pendamping koperasi atau Business Advisor (BA) itu bertujuan meninjau kesiapan dan kelayakan bangunan Gerai KDMP yang telah selesai dibangun di desa tersebut.
Dari sisi fisik, bangunan gerai koperasi tampak berdiri megah dengan desain interior yang modern. Namun menurut para pengurus, kemegahan bangunan tersebut tidak sejalan dengan perhatian terhadap orang-orang yang selama ini bekerja menjalankan koperasi di tingkat desa.
Ketua KDMP Pantai Cermin Kiri, Saut Budianton Sitanggang, menuturkan bahwa dirinya telah menunggu rombongan kementerian selama berjam-jam untuk menyambut kedatangan mereka. Namun ketika rombongan tiba, ia merasa kehadiran pengurus koperasi justru tidak mendapat perhatian.
“Saya sudah menunggu sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB rombongan baru datang. Tetapi yang kami rasakan, keberadaan pengurus seperti tidak dianggap. Padahal kami yang selama ini menjalankan koperasi di lapangan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, keluhan tersebut bukan sekadar persoalan seremoni kunjungan, tetapi menyangkut penghargaan terhadap kerja keras para pengurus koperasi di tingkat desa.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini pengurus KDMP harus berjuang dengan berbagai keterbatasan. Bahkan, untuk memastikan koperasi tetap berjalan, ia mengaku harus mengeluarkan dana pribadi yang tidak sedikit.
“Jika dihitung secara keseluruhan, uang pribadi yang saya keluarkan hampir mencapai Rp30 juta. Itu semua demi memastikan KDMP di desa ini tetap hidup dan berjalan,” ungkapnya.
Saut juga menyinggung adanya kesan perbedaan perhatian pemerintah terhadap berbagai program unggulan. Ia menilai program Koperasi Desa Merah Putih belum mendapatkan perhatian yang seimbang dibandingkan dengan program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lebih mendapat sorotan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengurus koperasi di daerah: sejauh mana peran mereka benar-benar dihargai dalam pelaksanaan program nasional yang digagas pemerintah.
Para pengurus berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koperasi, dapat mengevaluasi implementasi program di lapangan agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik atau administrasi semata, tetapi juga memberikan perhatian terhadap sumber daya manusia yang menjalankan koperasi tersebut.
“Program ini akan berhasil jika pengurus di daerah juga diperhatikan. Jangan sampai kami hanya diminta bekerja keras tanpa dukungan yang memadai,” tegasnya.
Melalui pemberitaan ini, pengurus KDMP Pantai Cermin Kiri berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap para pengurus koperasi di berbagai daerah yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program ekonomi kerakyatan.
Kontributor Sumatera Utara : Waris Ndraha












