SIGI,Ragamrajawalinusantara.id – Kepala Staf Korem 132/Tadulako, Kolonel Inf Anthonius T Chrishardjoko, S.I.P., menghadiri ibadah dalam Perayaan Paskah Nasional V Tahun 2026 yang mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dalam Kasih dan Pengharapan”, bertempat di Lapangan Brimob Batalyon A Pelopor, Sigi Biromaru, Minggu (26/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang hadir dalam rangkaian acara seremonial hingga penutupan kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI menyampaikan amanat sekaligus menutup secara resmi Perayaan Paskah Nasional V Tahun 2026. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Paskah bukan hanya menjadi perayaan umat Kristiani semata, tetapi juga menjadi momentum kebangsaan untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kasih, serta membangun harapan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menghadirkan kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dalam Kasih dan Pengharapan” dinilai sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan saat ini.
Kehadiran para pejabat pemerintah pusat dan daerah tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan Perayaan Paskah Nasional sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Kasrem 132/Tdl turut mengikuti rangkaian ibadah Paskah bersama para tokoh agama, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ribuan umat Kristiani dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Ibadah berlangsung dengan khidmat, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan.
Melalui kehadiran dan partisipasi aktif Kasrem 132/Tdl dalam ibadah Paskah tersebut, Korem 132/Tadulako menegaskan komitmennya dalam mendukung kerukunan antarumat beragama, menjaga stabilitas wilayah, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di Sulawesi Tengah.
(Penrem132)












