Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_ Setelah beberapa hari tenggelam dalam genangan banjir yang cukup tinggi, akhirnya air mulai surut perlahan di Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Namun, kelegaan yang ditunggu-tunggu itu segera tergeser oleh keprihatinan baru yang semakin membanjiri warga: keterbatasan bantuan yang diterima dan kesulitan parah dalam mendapatkan gas elpiji 3 kg serta BBM yang menjadi kunci untuk memasak dan bergerak.
Hanya sekitar 40 kg beras yang didistribusikan dari kecamatan ke kampung. Menurut warga yang diwawancarai, beras itu hanya cukup untuk satu kali makan bersama seluruh warga kampung. “Kita semua kumpul makan sekali, abis itu habis. Ini saja, abis itu apa lagi yang kita makan? Kita udah gak bisa kerja, harta benda banyak yang ilang,” ujar Siti (35), seorang ibu rumah tangga .
Masalah tidak berhenti di situ. Banyak warga mengaku tabung gas elpiji 3 kg mereka sudah habis sejak seminggu yang lalu, saat banjir masih meluas dan mereka kesulitan keluar membeli yang baru. “Kita gak bisa masak karena gak ada gas. Beberapa hari ini cuma makan nasi yang dibeli dari tetangga yang kebetulan masih ada gas, atau makanan kaleng yang harga mahal banget. Mau pesan gas ke pedagang juga gak bisa, karena jalan masih licin dan banyak genangan sisa banjir,” katakan Johan (42), seorang petani yang kehilangan sawahnya karena banjir. Beberapa warga bahkan terpaksa memasak dengan bara kayu yang dicari di pinggir jalan, meskipun tidak aman dan memakan waktu lama.
Kesulitan mendapatkan BBM juga menjadi beban tambahan yang berat. Banyak yang membutuhkan kendaraan roda dua untuk bergerak ke tempat yang lebih aman, mencari makanan, atau menghubungi instansi bantuan. “SPBU yang deket di pusat kecamatan sudah kebanjiran juga, sekarang baru mulai buka tapi cuma jual sedikit BBM tiap hari. Antrian mulai dari pagi hari, kadang sampai habis sebelum giliran kita. Kalau mau ke SPBU yang lebih jauh, jalan masih susah dan butuh banyak bahan bakar lagi – itu yang bikin bingung,” ungkap salah satu warga yang biasa menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas.
Warga yang sebagian besar kehilangan sumber penghasilan dan harta benda kini menghadapi tantangan ganda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan lebih banyak dan komprehensif, tidak hanya beras tetapi juga minyak goreng, mie instan, gula, gas elpiji 3 kg yang langsung didistribusikan ke kampung, serta dukungan untuk akses BBM yang lebih mudah dan terjangkau.
“Saat ini kami sedang berusaha mengkoordinasikan dengan berbagai pihak, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, sampai lembaga swadaya masyarakat untuk mengirimkan bantuan tambahan ke daerah terdampak,” ungkap seorang pejabat kecamatan. Namun, ia tidak memberikan jadwal pasti kapan bantuan itu akan tiba di lokasi, hanya mengatakan bahwa proses pengiriman sedang disiapkan.
Warga Nurussalam berharap bantuan tidak tertunda lama lagi. Mereka berharap pemerintah bisa merespons kebutuhan mereka dengan cepat dan tepat, agar mereka bisa memulai langkah pertama untuk memulihkan kehidupan kembali setelah bencana.













