Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_ Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali memicu kepanikan di kalangan masyarakat Aceh Timur. Pada Jumat malam, antrean panjang kendaraan terlihat memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Julok, tepatnya di Kecamatan Kuta Binjai. Jumat 06/03/2026

Pantauan di lokasi, antrean terdiri dari berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk barang. Barisan kendaraan terlihat mengular hingga keluar area SPBU dan memakan sebagian badan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan ringan di sekitar lokasi. Banyak warga yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan literan BBM,
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain di Aceh Timur, seperti SPBU IDI Rayeuk, SPBU Peudawa, dan SPBU Peureulak. Beberapa SPBU bahkan memasang papan pengumuman bahwa stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax sedang dalam perjalanan.
Isu kelangkaan BBM yang beredar di masyarakat dikaitkan dengan situasi geopolitik global, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dunia. Namun, pihak berwenang telah menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Aceh Timur masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, dalam keterangannya pada Kamis (5/3) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. “Stok BBM di wilayah kita masih cukup dan distribusi tidak terganggu. Mohon masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan saja,” katanya.
PT Pertamina juga telah memastikan bahwa produksi dan penyaluran BBM tetap berjalan lancar. Sistem distribusi dirancang berkelanjutan dengan mekanisme suplai yang terjadwal, sehingga tidak akan terjadi kelangkaan yang signifikan.
Meskipun demikian, kepanikan masyarakat masih terlihat di beberapa titik SPBU. Pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan dan berupaya mengatasi kemacetan serta memastikan kelancaran pelayanan di SPBU.
Diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar. Dengan demikian, situasi dapat kembali normal dan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan lancar.













