Dedikasi Kaonang dan Dispora Cetak Atlet Berprestasi yang Bergelar Sarjana

KOTA TANGERANG

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang (foto : IMAM DWI SAPUTRA)
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Revolusi Kaonang (foto : IMAM DWI SAPUTRA)

0:00

KOTA TANGERANG, RRN– Di bawah langit Kota Tangerang yang dinamis, sebuah revolusi kesejahteraan atlet tengah berlangsung. Bukan lagi sekadar mengejar medali di podium, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sedang merajut masa depan yang lebih bermartabat bagi para pahlawan olahraganya. Targetnya ambisius namun terukur, Seluruh atlet berprestasi Kota Tangerang wajib menyandang gelar sarjana.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menjadi sosok di balik akselerasi program beasiswa pendidikan tinggi bagi para atlet. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari visi Wali Kota Tangerang melalui program 3G (Gampang Sembako, Gampang Sekolah, Gampang Kerja).
“Kami ingin memastikan bahwa keringat yang menetes di lapangan hari ini menjadi investasi masa depan yang gemilang. Pendidikan adalah modal utama mereka saat masa produktif sebagai atlet telah usai,” ujar Kaonang dengan penuh keyakinan, Selasa (6/1/2026).
Salah satu kecerdasan manajerial yang ditunjukkan Kaonang adalah kemampuannya membangun kolaborasi strategis dengan sektor swasta. Tanpa menyedot dana APBD, Dispora berhasil merangkul berbagai perguruan tinggi bergengsi seperti Universitas Pradita, STIKES YATSI, dan mitra lainnya.
Hingga Januari 2026, tercatat 149 atlet telah menempuh studi di berbagai jurusan. Program ini bersifat inklusif dengan syarat kelulusan SMA maksimal selisih tiga tahun bagi atlet berprestasi. Inisiatif ini menempatkan Dispora Kota Tangerang sebagai instansi yang inovatif dalam mencari solusi di luar anggaran konvensional.
Strategi ‘One Campus, One Team’
Ke depan, Kaonang telah merancang skema kolaborasi untuk cabang olahraga beregu seperti futsal dan voli. Rencananya, para atlet dalam satu tim akan ditempatkan di kampus yang sama.
“Ini adalah strategi efisiensi. Dengan berkuliah di satu tempat, proses latihan terpusat tetap terjaga tanpa mengorbankan kewajiban akademik,” tambahnya.
Di mata masyarakat, dedikasi Kaonang dalam membangun Sport City bukan sekadar jargon. Ia berhasil membawa atmosfer olahraga di Kota Tangerang ke level yang lebih tinggi. Keberhasilannya mengorkestrasi berbagai ajang nasional hingga internasional telah melambungkan nama Kota Tangerang sebagai kota yang ramah olahraga (Sporty City).
Kepedulian Kaonang yang humanis—menjenguk atlet yang cedera hingga memastikan pendidikan mereka terjamin—telah mengubah persepsi publik terhadap birokrasi olahraga. Dispora kini dipandang bukan hanya sebagai pengatur jadwal kompetisi, melainkan sebagai “orang tua asuh” yang menjaga martabat para atletnya.
Dengan jaminan masa depan yang cerah, para atlet kini memiliki motivasi ganda untuk memberikan hasil terbaik pada perhelatan POPDA XI Banten dan PORPROV VII Banten 2026. Fasilitas kuliah gratis ini menjadi bahan bakar semangat bagi mereka untuk bertarung demi kebanggaan Kota Tangerang.
“Pemerintah Kota Tangerang benar-benar memberikan harapan. Kini tugas para atlet adalah membuktikan prestasi setinggi mungkin di lapangan,” pungkas Kaonang.
Melalui langkah berani ini, Kota Tangerang di bawah nakhoda Dispora tidak hanya mencetak jawara di gelanggang, tetapi juga melahirkan intelektual-intelektual muda yang siap membangun bangsa. Inilah definisi sejati dari kemenangan yang berkelanjutan.(ARM)

Informasi Beasiswa:
Atlet berprestasi yang ingin mengetahui syarat pendaftaran dan daftar kampus mitra dapat mengunjungi kantor Dispora Kota Tangerang atau memantau akun media sosial resmi untuk pengumuman gelombang selanjutnya.
Baca juga Artikel ini:  Dua Tim Dipastikan Maju ke Semifinal Open Turnamen Muda Sedia Cup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *