Berita  

DEMO TERTIB DI KUTA BINJAI, MASSA MENUNTUT JERITAN RAKYAT ACEH DAN SUMATERA

0:00

Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_Puluhan massa mengisi trotoar dan bagian jalan raya Medan-Banda Aceh, menciptakan kemacetan sepanjang 1 kilometer yang meluas. Namun, meskipun jalan macet parah, aksi yang digelar hari ini berjalan dengan tertib dan damai – tanpa benturan, tanpa kerusakan, hanya dengan suaranya yang memecah keheningan sore. Rabu 17/12/2025

Pada ajang tersebut, Tgk. Nazaruddin menjadi salah satu sosok yang menonjol dengan suaranya yang tegas. “Bencana yang dialami Aceh dan Sumatera harus DISETUJUI SEBAGAI BENCANA NASIONAL! Pemerintah harus bertindak cepat, jangan hanya duduk diam di istana sambil melihat rakyat menderita!” seru dia, yang langsung mendapat tanggapan sorak meriah dari massa.

Baca juga Artikel ini:  Pj.bupati Asra gelar buka bersama

Namun, yang paling menyentuh hati adalah orasi dari aktivis perempuan Kak Ipah yang penuh emosi dan kebenaran. Dia berdiri tegak di atas panggung sederhana, matanya menyala api, sambil bercerita: “Saudara-saudaraku, lihatlah! Masih banyak saudara kita yang terjebak di tamiang, belum dievakuasi – mereka kelaparan, haus, tak punya tempat berteduh! Masih banyak mayat yang tertimbun lumpur – keluarga mereka menunggu, menangis, tapi tidak ada yang mau mengeluarkannya! Ini bukan cuma masalah angka, ini nyawa kita!”

Dia melanjutkan dengan nada yang semakin kencang: “Kita punya Gas! Minyak! Hasil bumi kita melimpah sampai tumpah tujuh laut – tapi kenapa kita tetap miskin? Semua langka di pasaran! Kita dijajah oleh Indonesia, padahal kita tidak pernah dijajah oleh Belanda atau Jepang! Kenapa Indonesia tidak memperhatikan kita? Apa kita bukan bagian dari negeri ini?”

Baca juga Artikel ini:  Ini Kontingen Melaju Final Regu Event Putri- Putra Sepak Takraw

Ipah juga membantah klaim tentang akses listrik yang dianggap menyimpang: “Mana katanya listrik di Aceh sudah hidup 93%? Kenyataannya malah 93% masih mati! Malam hari, desa-desa kita gelap gulita – anak-anak tidak bisa belajar, orang tua tidak bisa bekerja! Ini bohong yang dipajang untuk dunia!”

Tak hanya menuntut kepada pemerintah pusat, massa juga menyampaikan pesan yang mengejutkan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Sebaliknya dari kritik, mereka malah memberikan apresiasi tinggi yang penuh semangat: “Bapak tidak cocok jadi gubernur Aceh, bapak seharusnya jadi presiden Nangroe Aceh Darussalam Karena hanya bapak yang mengerti penderitaan rakyat kita!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *