Polri  

Di Saat Wartawan Terluka, Tokoh Masyarakat Jati Asih Hadir: Air Mata Persoalan RS Karunia Kasih.

0:00

 

 

Ragamrajawalinusantara.id – Bekasi kota.

Di balik hiruk pikuk pemberitaan dan kerasnya polemik, terselip kisah kemanusiaan yang menyayat hati. Wartawan Yusup Bahtiar, yang selama ini dikenal vokal dan kritis, justru harus merasakan pahitnya sikap penolakan saat dirinya membutuhkan pertolongan. Peristiwa yang melibatkan RS Karunia Kasih itu meninggalkan luka, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin.

Di tengah situasi tersebut, tokoh masyarakat Jati Asih memilih tidak diam. Adi Suhanda, Ketua RW 05 Jatikramat, yang juga sahabat Yusup Bahtiar sejak masa SMP, akhirnya tampil. Dengan pendekatan hati ke hati, ia berupaya menyelesaikan persoalan yang sempat membuat seorang wartawan merasa terasing di tanahnya sendiri.

Baca juga Artikel ini:  SMK Islam YPI 2 Way Jepara Diambil Alih Sepihak, YPPIL dan YAPERMA Turun Tangan

“Ini bukan sekadar soal pelayanan, ini soal rasa kemanusiaan,” tutur Adi Suhanda lirih. Ia menegaskan bahwa siapa pun, terlebih dalam kondisi lemah dan sakit, berhak mendapatkan perlakuan yang bermartabat.

Di saat pintu lain terasa tertutup, RSUD Pondok Gede justru membuka ruang menyelamatkan nyawa dan harapan. Yusup Bahtiar akhirnya mendapatkan perawatan medis dengan penuh dedikasi dan kepedulian. Perlakuan humanis tersebut menjadi cahaya di tengah gelapnya pengalaman yang ia alami sebelumnya.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran RSUD Pondok Gede. Di saat saya benar-benar membutuhkan, mereka hadir bukan hanya sebagai tenaga medis, tapi sebagai sesama manusia,” ungkap Yusup dengan suara bergetar.

Baca juga Artikel ini:  Skandal RS Karunia Kasih: Usai Tolak Pasien Wartawan, Oknum Manajemen Kirim Utusan Ajak “Ngopi Bareng” — Etika Dikubur, Publik Dilecehkan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Polsek Pondok Gede yang setia mengawal proses dengan pendekatan humanis dan menjaga situasi tetap kondusif, yakni wakapolsek pondok gede AKP Kusnandar, Panit Binmas Iptu Supardi, Kanit Samapta Iptu Slamet Riyadi, serta Kanit Lantas Iptu Parlan.

Kisah ini menjadi pengingat yang menohok: di balik profesi, status, dan jabatan, ada manusia yang bisa rapuh dan terluka. Kehadiran tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan aparat kepolisian dalam menyelesaikan persoalan ini membuktikan bahwa empati masih hidup, dan luka sosial masih bisa disembuhkan dengan ketulusan.

Baca juga Artikel ini:  Tokoh Masyarakat dan Pendidikan Pondok Gede H. Madani Bersyukur Yusup Bahtiar Bisa Check Up di RSUD Pondok Gede Usai Penolakan RS Karunia Kasih.

 

#KDM

#KangDedimulyadi

Ancha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *