Berita  

Diklaim Dikoordinir Koramil, Alat Berat Diduga Pakai Solar Subsidi

0:00

Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_ Aktivitas penggalian tanah atau galian C di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, menjadi perhatian warga setempat. Sejak tiga hari terakhir, satu unit alat berat terlihat bekerja di kawasan perbukitan desa tersebut dengan alasan meratakan lahan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih.

Keuchik Seuneubok Bayu, Mukhtar, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebut lahan yang digarap merupakan lokasi pembangunan gedung koperasi yang membutuhkan area datar sekitar seribu meter persegi. “Karena tanahnya tinggi, maka harus pakai alat berat untuk meratakannya. Tanah hasil galian dibuang pakai dump truck ke warga yang membutuhkan, tidak dijual keluar desa. Ongkosnya langsung antara sopir dan warga,” kata Mukhtar, Jumat, 7 November 2025.

Mukhtar menambahkan, pekerjaan itu dikoordinir oleh pihak Koramil setempat. Ia mengaku telah mendapat izin lisan dan menyebut kegiatan tersebut merupakan pekerjaan yang juga melibatkan pihak Koramil hingga Kodim.

Baca juga Artikel ini:  WALHI Aceh Gugat PT Medco E&P Malaka dan BPMA atas Pencemaran Udara

“Saya sudah koordinasi dengan Koramil, dan kata mereka gak apa-apa. Kalau ada apa-apa bilang saja sama saya. Ini memang pekerjaan Koramil hingga Kodim,” ujarnya.

Namun, dari hasil penelusuran di lapangan, sejumlah warga mengaku sebagian tanah hasil galian dari Seuneubok Bayu justru diangkut keluar desa menuju Gampong Seuneubok Benteng.

Informasi yang diperoleh menyebutkan material tersebut dijual dengan harga sekitar Rp170 ribu per dump truck. Temuan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga apakah kegiatan itu benar murni untuk kepentingan pembangunan koperasi atau telah bergeser menjadi aktivitas galian tanpa izin.

Baca juga Artikel ini:  DPAD Kota Tangerang Dorong Literasi Kreatif melalui Pelatihan Melukis Kaos di Cibodas

Sumber di lapangan juga menyebut alat berat yang digunakan di lokasi memakai bahan bakar jenis solar subsidi.

“Itu pakai solar subsidi bang, bukan solar industri. Jadi bisa dibilang galian ini bukan cuma soal izin, tapi juga soal BBM yang seharusnya untuk rakyat kecil,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebut, Minggu, 9 November 2025.

Saat dikonfirmasi, pihak Koramil Banda Alam tidak menjelaskan secara rinci perihal keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Salah seorang yang mengaku anggota saat dihubungi melalui sambungan telepon menolak disebutkan namanya dan meminta agar pertemuan dilakukan secara langsung. “Jumpai saja langsung biar enak bicara,” katanya singkat, 9/11/2025.

Sementara itu, pihak Polsek Banda Alam belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan karena belum mendapatkan akses komunikasi langsung dengan pihak kepolisian setempat.

Baca juga Artikel ini:  Atam Run 2025 Jadi Ajang Perdana, Bupati Janji Gelar Rutin Tiap Tahun

Hingga kini, Minggu, 9 November 2025, alat berat masih terlihat beroperasi di lokasi. Truk pengangkut tanah juga tampak keluar masuk dari area perbukitan di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *