Bekasi – Ragamrajawalinusantara.id
Ratusan karyawan yang bekerja di sejumlah unit laundry kucek diduga belum menerima gaji dari pemilik usaha. Para pekerja mengaku telah menjalankan aktivitas kerja seperti biasa, namun hak upah mereka hingga kini belum juga dibayarkan.
Berdasarkan keterangan para karyawan, penunggakan gaji tidak terjadi pada dua periode saja, melainkan sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak pekerja. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah gaji yang belum dibayarkan mencapai ratusan kali pembayaran.
“Kami bekerja setiap hari, cucian pelanggan tetap berjalan, tapi gaji kami tidak dibayar. Yang belum dibayar bukan satu orang, tapi ratusan karyawan,” ungkap salah satu pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Para karyawan menyebut, pihak juragan laundry kucek kerap memberikan janji akan segera melunasi gaji, namun hingga kini belum ada kepastian. Kondisi tersebut membuat banyak pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya makan dan kebutuhan keluarga.
Penahanan gaji secara massal dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap aturan ketenagakerjaan. Dalam peraturan yang berlaku, pengusaha wajib membayar upah pekerja tepat waktu sesuai perjanjian kerja. Jika terbukti, pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak juragan laundry kucek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penunggakan gaji ratusan karyawan tersebut. Para pekerja berharap adanya perhatian dari instansi terkait agar persoalan ini segera ditindaklanjuti dan hak mereka dapat dipenuhi.
YB













