JATIWARINGIN — Dalam suasana yang penuh haru dan keberkahan, warga RW 12 Jatiwaringin menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar Gema Sholawat yang menggugah jiwa. Lantunan pujian kepada Rasulullah ﷺ menggema merdu, menyatukan hati, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan ketenangan batin bagi seluruh warga yang hadir, 15 February 2026.
Anak-anak, remaja, hingga para orang tua duduk bersimpuh dalam satu majelis yang sama. Tidak ada perbedaan, tidak ada sekat. Semua larut dalam sholawat, semua berharap keberkahan. Momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan madrasah kehidupan yang mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan.
Ketua RW 12, Hartini Farida Asriningsih, SE, dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh cinta dan hikmah yang menyentuh hati seluruh warga.
“Ramadhan adalah bulan cinta. Cinta kepada Allah yang memberi kita nafas kehidupan, cinta kepada Rasulullah yang membawa cahaya petunjuk, dan cinta kepada sesama yang menjadikan lingkungan kita penuh kedamaian. Jika kita menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, maka Ramadhan akan memeluk kita dengan keberkahan.”
Beliau juga menambahkan kata-kata mutiara yang menginspirasi:
“Mari kita jadikan Ramadhan bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai perjalanan spiritual. Bersihkan hati dari iri dan dengki, lapangkan jiwa dengan maaf, dan eratkan tangan dalam kebersamaan. Karena sejatinya, kemuliaan Ramadhan terletak pada ketulusan hati kita dalam mencintai dan melayani sesama.”
“Cinta yang sejati bukan hanya terucap, tetapi terwujud dalam kepedulian. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membuktikan cinta itu — melalui sedekah, doa, dan akhlak yang mulia.”
Suasana semakin khidmat ketika doa bersama dipanjatkan. Cahaya lampu yang temaram dan gema rebana menambah syahdu malam itu. Warga RW 12 Jatiwaringin tampak larut dalam harapan, agar Ramadhan tahun ini menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bertakwa.
Gema Sholawat ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan simbol kuatnya persatuan dan nilai religius di tengah masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan modern, warga RW 12 membuktikan bahwa iman dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.
Ramadhan adalah tamu agung yang hanya singgah sementara. Maka menyambutnya dengan sholawat adalah bentuk rasa syukur sekaligus doa agar kita diberi kesempatan menjalani hari-harinya dengan penuh makna.
Semoga gema yang berkumandang malam itu tidak hanya berhenti di udara, tetapi bersemayam dalam hati setiap warga. Menjadi cahaya yang menuntun langkah, menjadi penguat dalam ujian, dan menjadi pengikat persaudaraan sepanjang masa.
Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga cinta, keberkahan, dan kedamaian senantiasa menyelimuti warga RW 12 Jatiwaringin. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Maharani.













