ACEH TIMUR-Ragamrajawalinusantara.id-Para pedagang di Pasar Ule ateung Tradisional, Kecamatan Nurussalam kini tengah menghadapi masa-masa sulit. Tepatnya di Jalan Ule Ateung Bagok, Gampong Pulo U, Kecamatan Nurussalam, Sabtu (24/05/2025).
Banyak pedagang mengaku merugi akibat sepinya pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan jumlah pengunjung ini berdampak langsung pada omzet para pedagang. Banyak dari mereka mengeluhkan pendapatan yang menurun drastis, bahkan ada yang terpaksa menutup kedainya.
Tak hanya pedagang sayur dan makanan, toko sembako juga ikut merasakan dampak yang sama. Sepinya pasar membuat para pedagang harus berpikir dua kali untuk menambah stok barang, karena dikhawatirkan tidak akan laku terjual. Situasi ini menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi pedagang kecil di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.
Salah satu pedagang, Marya (21) mengaku ikut terdampak. Ia tinggal di dekat pasar dan membantu sang ayah menjaga lapak sayur setiap hari.
“Saya udah lama jualan sayur di sini bantuin ayah, kami tinhgal deket sini, ย Kalau lagi sepi sih paling dapet 400 ribu bersih sehari, itu pun belum kepotong makan, token listrik. ย Kalau rame bisa dapet 1 juta, tapi itu belum bersih, masih banyak yang harus dikeluarin buat belanja barang lagi,” ungkap Marya