Polri  

Refleksi Ramadan: Ketika Polsek Pondok Gede Melalui Bhabinkamtibmas dan Linmas Hadir, Satpol PP Pondok Melati Dipertanyakan Perannya.

0:00

 

Ragamrajawalinusantara.id – Kota Bekasi.Bulan suci Ramadan sejatinya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Namun di balik suasana sahur yang seharusnya khusyuk dan damai, masih ada kegelisahan warga terkait keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya di wilayah Pondok Melati.

Di tengah situasi tersebut, Bhabinkamtibmas Jatirahayu Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, Aipda Putra bersama jajaran Linmas menunjukkan komitmen nyata. Mereka hadir di tengah masyarakat pada jam-jam rawan menjelang sahur, menyisir lingkungan, membubarkan kerumunan remaja, serta memberikan imbauan kamtibmas secara persuasif dan humanis.

Kehadiran aparat di waktu dini hari bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud pengabdian. Dalam sunyi malam, ketika sebagian warga terlelap dan sebagian lainnya bersiap menyambut sahur, patroli berjalan memastikan tak ada potensi tawuran, konvoi liar, atau gangguan lain yang merusak ketenangan Ramadan.

Baca juga Artikel ini:  Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Ciptakan Rasa Aman serta Tidak Mudah Terprovokasi

Masyarakat Jatirahayu merasakan langsung dampak dari sinergi tersebut. Rasa aman tumbuh karena ada figur yang benar-benar terlihat dan dapat diandalkan. Bhabinkamtibmas dan Linmas bukan hanya datang saat terjadi masalah, tetapi hadir untuk mencegah sebelum persoalan membesar.

Namun di balik apresiasi itu, muncul refleksi yang tak bisa diabaikan. Warga mempertanyakan peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pondok Melati. Sebagai institusi yang memiliki tugas menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum, publik berharap kehadiran mereka juga terasa, terutama pada momen krusial seperti pengamanan sahur Ramadan.

Baca juga Artikel ini:  Dukung Operasi Keselamatan Seulawah 2025, Kapolres Pidie Jaya Gelar Razia Internal Kendaraan Personel

Kata “mandul” yang dilontarkan sebagian warga bukan sekadar kritik emosional, melainkan ungkapan kekecewaan atas harapan yang belum terpenuhi. Mereka menilai, jika fungsi ketertiban umum tidak berjalan optimal, maka kepercayaan publik perlahan akan terkikis.

Refleksi ini bukan untuk menyudutkan, melainkan untuk mengingatkan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbenah, mengevaluasi, dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Tidak ada ruang untuk saling menunggu atau melempar tanggung jawab ketika ketertiban masyarakat menjadi taruhannya.

Ketika Bhabinkamtibmas dan Linmas telah menunjukkan wujud nyata pengabdian, masyarakat tentu berharap seluruh unsur pemerintahan dapat bergerak bersama. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya soal kewenangan, tetapi soal kepedulian dan kehadiran nyata di tengah warga yang membutuhkan rasa aman.

Baca juga Artikel ini:  Sat Samapta Polres Pidie Jaya Kawal MTQ Aceh XXXVII dengan Patroli Sepeda

 

 

Ancha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *