Pengukuran lahan dilakukan oleh tim teknis dari pemerintah daerah bersama unsur TNI dan perangkat desa setempat. Kehadiran para Babinsa di lokasi bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan sesuai rencana.
Selain itu, pengawalan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala di lapangan serta menjamin keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan agar transparan dan berlegalitas.
Kapten Inf Supartono Selaku Danramil 1308–03/Batui, mengatakan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memastikan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak pelaksana pembangunan KDKMP tetap terjalin dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan transparan dan melibatkan masyarakat sekitar, sehingga pembangunan Koperasi Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Danramil.
Menurutnya, pembangunan Koperasi Merah Putih khususnya di seluruh desa di kabupaten Bone Bolango merupakan langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro dan menengah. Diharapkan, koperasi ini nantinya akan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan secara merata.
“Kegiatan pengukuran ini menjadi awal dari serangkaian tahapan pembangunan Koperasi Merah Putih yang diharapkan segera terealisasi demi kemajuan ekonomi masyarakat di desa yang ada di Kecamatan Batui,” terang Danramil.
Selain itu, pencarian dan pengukuran lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan KDKMP harus sesuai dengan spek mulai dari ukuran luas tanah dengan ukuran bangunan 25 meter x 50 meter, lokasinya juga harus strategis dan mudah dijangkau.
“Sehingga secara khusus kami instruksikan kepada Babinsa diwilayah untuk mencatat lokasi di desa binaan masing-masing dan melakukan koordinasi bersama aparat desa untuk mengawal pengukuran lahan sebagai lokasi KDKMP,” tandasnya.( Koramil 03/Batui )












