Berita  

Koordinator ARA Misbah Dilarikan ke RS Akibat Gas Air Mata, Demo Tolak Pergub JKA Berakhir Ricuh

0:00

Banda Aceh; Ragamrajawalinusantara.id_ Koordinator aksi Aliansi Rakyat Aceh (ARA), Misbah, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh usai mengalami sesak napas parah akibat terpapar tembakan gas air mata saat aparat kepolisian membubarkan paksa demonstrasi penolakan Pergub JKA di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu kemarin. Kamis 14/05/2026

Berdasarkan keterangan terbaru yang dihimpun awak media, Misbah menderita gangguan pernapasan hebat, iritasi saluran napas, dan pandangan kabur akibat asap gas air mata yang ditembakkan langsung ke arah barisan massa saat ketegangan memuncak. Ia kini mendapatkan penanganan intensif tim medis dan kondisinya mulai membaik meski masih dalam pengawasan ketat dokter jaga.

Kronologi Pembubaran Aksi

Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa ARA sejak pagi bertujuan menuntut pencabutan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Massa menilai kebijakan itu membatasi akses layanan kesehatan gratis bagi warga Aceh dan melanggar prinsip pemerataan pelayanan dasar .

Baca juga Artikel ini:  Cabuli Anak Tiri, Pria di Indra Makmur Diamankan ke Polres Aceh Timur

Menurut keterangan kepolisian, pembubaran paksa dilakukan menjelang pukul 18.00 WIB setelah massa tetap bertahan melebihi batas waktu izin penyampaian pendapat yang ditetapkan undang-undang. Peringatan lisan berkali-kali diabaikan, sehingga aparat mengambil langkah tegas dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air guna mengosongkan lokasi .

Situasi Ricuh & Korban Lain

Akibat pembubaran itu, suasana sempat berubah kacau balau. Massa berlarian menyelamatkan diri, arus lalu lintas di seputaran Jalan Tgk Daud Beureueh lumpuh total selama lebih dari dua jam, dan sejumlah fasilitas pagar serta bangunan di lingkungan Kantor Gubernur dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Baca juga Artikel ini:  Kapolres Aceh Timur Turun Langsung, Berikan Bantuan Sosial ke Korban Banjir Julok

Selain Misbah, sedikitnya belasan peserta aksi lainnya juga dilarikan ke RSUZA dan rumah sakit terdekat dengan keluhan serupa: sesak napas, mata perih, dan mual akibat paparan gas air mata. Hingga berita ini diturunkan, sebagian sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa masih menjalani rawat inap pengawasan.

Tanggapan Pihak

Juru bicara ARA menyatakan penyesalan atas cara penanganan yang dianggap berlebihan. “Kami cuma menyampaikan aspirasi, bukan merusak. Kenapa disikapi dengan kekerasan sampai koordinator kami harus dirawat? Ini bukti aspirasi rakyat tidak didengar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh menegaskan tindakan itu sesuai prosedur keamanan. “Kami sudah memberi kesempatan panjang. Karena massa menolak bubar dan mulai memicu keributan, langkah tegas terpaksa diambil demi ketertiban umum dan keselamatan bersama,” katanya.

Baca juga Artikel ini:  Atlit Sepak Takraw Putra , Aceh Timur kalahkan Aceh Singkil dengan  Sekor 2-1

Pihak rumah sakit memastikan semua korban mendapatkan pelayanan medis yang setara tanpa diskriminasi. Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi guna memantau perkembangan kondisi para korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *