Aceh Timur – Ragamrajawalinusantara.id_ Pasar Ulee Ateung yang terletak di Gampong Pulou U, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, setiap hari Sabtu selalu tampak hidup dan penuh sesak. Hari itu dikenal sebagai hari pekan, saat warga berdatangan dari berbagai pelosok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus bertemu sesama tetangga.Sabtu 09/05/2026

Di tengah keramaian itu, ada satu pemandangan yang tak pernah luput dari perhatian: deretan ibu-ibu yang sabar mengantre di tepi jalan, tepatnya di depan lapak yang menjajakan kue Samarinda. Kue ini telah menjadi bintang utama yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh warga.
Diketahui, kue Samarinda ini hanya dijual satu kali dalam seminggu, tepatnya setiap hari Sabtu saat pasar sedang ramai. Kelangkaannya itulah yang membuat minat masyarakat semakin besar. Tak hanya ibu rumah tangga, warga dari berbagai usia—mulai dari anak muda hingga yang sudah lanjut usia—turut berbaris demi bisa membawa pulang kue yang memiliki rasa istimewa tersebut.

Penjual kue Samarinda itu pun berbagi cerita tentang tingginya antusiasme warga terhadap dagangannya. “Benar sekali, saya hanya menjualnya setiap hari Sabtu saja. Saya sengaja menyiapkannya dalam jumlah banyak, tapi tetap saja sering habis bahkan sebelum waktu sore tiba. Warga di sini memang sudah lama menyukainya, rasanya yang pas dan teksturnya yang lembut membuat mereka selalu menantikan kedatangan saya setiap pekan,” ungkapnya dengan senyum bangga saat melayani para pembeli.
Salah seorang pembeli yang sudah lama menjadi pelanggan setia turut menambahkan kesannya. “Setiap hari Sabtu saya selalu datang lebih awal, takut kehabisan. Rasanya benar-benar enak, dan sampai sekarang belum ada yang menjual kue yang sama persis seperti ini di sekitar sini. Inilah yang membuat kami selalu rindu untuk membelinya,” ujarnya sembari menunggu giliran.
Kehadiran kue Samarinda ini kini seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi Pasar Ulee Ateung. Banyak warga mengaku sengaja datang bukan hanya untuk berbelanja kebutuhan pokok, tetapi juga demi tidak melewatkan kesempatan menikmati atau membawa pulang kue kesukaan bersama ini.
Hingga menjelang sore hari, antrean masih terlihat ada dan penjual terus melayani pembeli yang tak kunjung surut. Fenomena ini membuktikan betapa kue sederhana tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan kebiasaan warga Kecamatan Nurussalam setiap hari pekan.












