Aceh Tamiang – Ragamrajawalinusantara.id | Debit air di sejumlah wilayah Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai mengalami penurunan. Namun, banjir akibat luapan Sungai Simpang Kiri dan Sungai Tenggulun masih merendam permukiman warga, sementara sejumlah akses jalan belum dapat dilalui kendaraan.
Pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, Kapolsek Tenggulun Ipda Muhammad Saifoel Azhari, S.H., bersama personel Polsek Tenggulun turun langsung melakukan koordinasi dan monitoring perkembangan debit air di sejumlah kampung terdampak banjir.
Berdasarkan hasil pemantauan, ketinggian air dilaporkan mengalami penurunan sekitar 50 sentimeter. Meski demikian, kondisi cuaca yang masih mendung menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.
Sejumlah wilayah masih terdampak banjir, di antaranya Kampung Simpang Kiri, Selamat, Sumber Makmur, Tebing Tinggi, Rimba Sawang, dan Tenggulun. Ketinggian air di beberapa permukiman dilaporkan berkisar antara 30 sentimeter hingga 150 sentimeter, dengan sejumlah rumah dan perabotan warga terendam.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir, rumah warga lainnya, masjid, hingga dataran tinggi yang dinilai lebih aman. Sementara itu, sebagian warga di wilayah yang airnya telah surut mulai kembali ke rumah masing-masing.
Di tengah kondisi tersebut, akses jalan dari Simpang Kiri menuju Tenggulun dilaporkan putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan apa pun. Selain itu, jalur Seumadam menuju Simpang Kiri juga masih terendam di sejumlah titik, antara lain Simpang Kampung Rimba Sawang, Pondok Seng, dan Blok 19, sehingga belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Tenggulun bersama personel terus berkoordinasi dengan perangkat kampung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan debit air dan potensi ancaman terhadap permukiman warga.
Masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai juga diimbau agar tetap waspada, tidak panik, serta segera mengamankan barang berharga dan dokumen penting, seperti sertifikat tanah dan ijazah. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila debit air kembali naik dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan.
Polri hadir untuk memastikan situasi tetap terpantau, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kampung, serta mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan di tengah ancaman banjir yang masih berlangsung. Pemantauan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.**(Red)
Sumber: Humas Polres Aceh Tamiang













