Ragamrajawalinusantara.id – Kota Bekasi.
Beredarnya video di media sosial terkait dugaan kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur di wilayah Pondok Melati, Pondok Gede, Kota Bekasi, sempat memicu keresahan publik. Dalam video tersebut, seorang pria yang mengenakan kaos bertuliskan Polri disebut-sebut sebagai anggota kepolisian sekaligus pelaku.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pria tersebut bukanlah anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), melainkan seorang petugas kebersihan atau pekerja serabutan yang kerap terlihat singgah di pos polisi (pospol) Chandra Lama.
Kesalahpahaman ini terjadi karena atribut yang dikenakan pelaku, sehingga memunculkan asumsi di tengah masyarakat bahwa yang bersangkutan adalah anggota polisi. Warga yang mengetahui identitas sebenarnya pun menyayangkan narasi yang terlanjur berkembang dan menyebut pelaku sebagai aparat.
Pihak pengunggah video juga telah memberikan klarifikasi bahwa informasi awal yang disampaikan tidak akurat. Hal ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa verifikasi yang jelas.
Penegasan juga disampaikan oleh Humas Polsek Pondok Gede, Narwanto, yang menyatakan bahwa oknum tersebut bukan anggota Polri, melainkan pekerja yang biasa membersihkan lingkungan sekitar atau pekerja serabutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi yang tidak tepat dapat berdampak luas, termasuk merusak citra institusi dan menimbulkan keresahan publik. Di sisi lain, jika dugaan tindak pelecehan tersebut benar terjadi, masyarakat berharap proses hukum tetap berjalan tegas dan transparan demi keadilan bagi korban.
Bijak bermedia sosial dan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya adalah tanggung jawab bersama.
Ancha / Mhz












