Ragamrajawalinusantara.id – Pantai Cermin Serdang Bedagai Sumut.
Aksi begal motor liar, kejam, dan tanpa nurani meledak pada Sabtu dini hari, 20 Desember 2025, sekitar pukul 01.20 WIB, tepat di Gapura Desa Kota Pari yang baru selesai dibangun. Gapura kebanggaan warga itu kini tercatat sebagai TKP berdarah paling mencekam.
Dalam teror jalanan tersebut, tiga warga tak bersalah menjadi korban, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Korban laki-laki menjadi sasaran keganasan utama, dibacok membabi buta menggunakan senjata tajam hingga tersungkur bersimbah darah.
Ia mengalami tiga luka bacokan serius di bahu kanan dan lengan kanan, dan harus dilarikan ke RSU Sawit Indah dalam kondisi trauma dan luka parah.
Usai mengamuk dan melukai korban, komplotan begal tanpa rasa takut langsung membawa kabur satu unit sepeda motor Yamaha NMAX ke arah Medan, seolah menunjukkan bahwa nyawa manusia tidak lebih berharga dari barang rampasan.
Selain motor, pelaku juga menggondol dua unit handphone (Vivo dan iPhone), uang tunai, kartu ATM, serta kartu tanda pengenal korban.
Namun pelarian mereka tidak sepenuhnya mulus. Gerak cepat aparat kepolisian patut diapresiasi. Hanya sekitar 10 menit pascakejadian, tepatnya pukul 01.30 WIB, satu pelaku pembacokan berhasil diringkus di wilayah Suka Mandi oleh Pos PAM Polisi Perbaungan, berdasarkan koordinasi informasi dari Pos PAM Polisi Pantai Cermin.
Awak media yang berada langsung di Polsek Pantai Cermin menyaksikan pelaku begal tersebut diamankan oleh Satuan PAM. Dari keterangan awal, komplotan begal ini diduga berjumlah empat orang, beraksi menggunakan dua sepeda motor jenis matic.
Namun fakta yang membuat publik geram, tiga pelaku lainnya berhasil kabur, termasuk pelaku utama yang mengayunkan celurit dan membacok korban hingga nyaris meregang nyawa. Pelaku yang tertangkap diketahui berusia 18 tahun dan mengaku berasal dari Kota Medan.
Menanggapi kejadian brutal ini, Kapolsek Pantai Cermin AKP FSM Manik, S.H., M.H. bertindak cepat, turun langsung menenangkan keluarga korban yang masih syok dan trauma. Kapolsek menegaskan komitmen tanpa kompromi untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku yang kini berstatus buronan (DPO).
“Kami tidak akan berhenti. Seluruh pelaku akan diburu dan ditangkap,” tegas Kapolsek.
Dalam pengungkapan awal kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti penting, di antaranya:
Sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban, Sepeda motor milik pelaku, Pakaian yang dikenakan saat melakukan aksi kejahatan.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Pantai Cermin.
Peristiwa ini memicu kemarahan dan ketakutan warga. Publik kini menunggu langkah tegas Polres Serdang Bedagai dan Polda Sumatera Utara untuk segera memburu dan menangkap tiga DPO yang masih berkeliaran.
Jika para pelaku yang kabur tidak segera ditangkap, masyarakat khawatir teror begal akan kembali memakan korban berikutnya. Kejahatan jalanan di jam rawan dini hari dinilai sudah masuk fase darurat, dan menuntut operasi besar, patroli masif, serta penindakan tanpa toleransi.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum:
Apakah para DPO begal sadis ini bisa segera ditangkap, atau justru terus bebas dan kembali menebar teror di jalanan Sumatera Utara?
Publik menunggu. Dan darah di Gapura Kota Pari tidak boleh mengering tanpa keadilan.
Redaktur / Kontributor Waris Ndaru












