Berita  

Faisal Rizal Hasan yang Juga Staf khusus Gubernur Aceh Peringati Haul Dr.Tgk Hasan Muhammad Di Tiro yang ke 16 Tahun di *Posko Tanggap Bencana Faisal Rizal Hasan/Besecamp ACEH FOUNDATION* DI Aceh Timur

0:00

ACEH TIMUR : Ragamrajawalinusantara.id_ Faisal Rizal Hasan bersama jajaran KPA, Relawan dan Tokoh Masyarakat, memperingati hari wafatnya Paduka Yang Mulia Dr.Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro, Wali Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (2/6/2026). Kegiatan berlangsung di Basecamp Aceh Foundation yang sekaligus berfungsi sebagai posko tanggap bencana yang dikelola Faisal Rizal Hasan, berlokasi di wilayah Perlak, Kabupaten Aceh Timur .

Peringatan dilaksanakan dengan sederhana namun khidmat, berupa doa bersama, zikir, dan pembahasan singkat tentang jejak perjuangan serta nilai-nilai yang ditinggalkan tokoh besar Aceh tersebut. Turut hadir para pengurus, relawan, dan warga sekitar yang ingin mendoakan almarhum.

Baca juga Artikel ini:  Nektu Ucapkan Selamat Datang Pj Bupati Aceh Timur Yang Baru Dilantik

Faisal Rizal Hasan menyampaikan, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan momen menguatkan kembali tekad untuk mengabdi bagi masyarakat Aceh, semangat yang senantiasa dicontohkan oleh Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro sepanjang hidupnya .

“Beliau mengajarkan kita untuk selalu berdiri tegak menjaga harga diri, martabat, dan kesejahteraan rakyat Aceh. Kami jadikan semangat itu sebagai landasan kerja di sini, baik dalam kegiatan sosial, kemanusiaan maupun saat merespons bencana yang terjadi di wilayah ini,” ujar Faisal.

Baca juga Artikel ini:  Kapolres Aceh Timur Sambut Tim Supervisi Operasi Ketupat Seulawah 2025 Polda Aceh

Ia menambahkan, keberadaan posko dan markas ini sengaja dijadikan pusat kegiatan sekaligus tempat mengenang tokoh bangsa, agar setiap langkah pelayanan kepada masyarakat senantiasa bernilai perjuangan dan keberpihakan pada rakyat.

Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro wafat pada 3 Juni 2010 silam, dikenang sebagai pendiri Gerakan Aceh Merdeka dan tokoh kunci yang membawa Aceh menuju damai serta otonomi khusus. Ia dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe, simbol persatuan dan pelindung adat istiadat Aceh .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *