Berita  

KADISDIK ACEH DITUDUH SENGAGA MEMICU KONFLIK: ZULFIKAR ZA SEBUT  TIDAK PUNYA ETIKA!

0:00

BANDA ACEH : Ragamrajawalinusantara.id_ Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Aceh, Zulfikar Za, melontarkan kecaman keras terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin, yang dituduh sengaja memancing kemarahan kalangan LSM dan wartawan. Menurut Zulfikar, pernyataan Murthalamuddin yang meminta kepala sekolah agar tidak takut terhadap pihak yang mengaku sebagai wartawan atau aktivis LSM, bahkan menyebut mereka sebagai “pengganggu”, bukan sekadar keluhan biasa, melainkan upaya terencana untuk memicu konflik dan menutup ruang kritik.

Jelas-jelas ini adalah provokasi! Dia tahu persis apa dampak dari ucapan itu, tapi tetap diucapkan. Itu bukti dia sengaja ingin memancing kemarahan kita, agar terlihat seolah-olah LSM dan wartawan yang menjadi masalah,” tegas Zulfikar dengan nada marah, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga Artikel ini:  SAIFUDDIN RESMI JADI GEUCHIK TUNONG BUGENG 2026-2032, AJAK MASYARAKAT BERSINERGI BANGUN DESA

Lebih jauh, Zulfikar menyoroti bagaimana pihak yang justru memberikan kritik di media sosial justru dicap sebagai “pelaku” atau pihak yang bermasalah. Menurutnya, ini adalah cara kotor untuk membungkam suara kebenaran dan mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya yang terjadi di dunia pendidikan Aceh. “Yang kritis malah dibilang pelaku? Itu tidak masuk akal! Ini menunjukkan betapa rendahnya etika seorang pejabat publik. Seharusnya dia menerima kritik dengan kepala dingin, bukan malah menyerang balik dan menuduh tanpa bukti,” seru Zulfikar.

Baca juga Artikel ini:  Wabup Aceh Timur Hadiri Pemakaman Mantan Wakil Bupati Syahrul Bin Syamaun.

Zulfikar juga menegaskan bahwa fungsi LSM dan wartawan adalah sebagai kontrol sosial dan pengawas kebijakan publik, yang dijamin oleh undang-undang. Kritik yang disampaikan bukan untuk mengganggu, melainkan untuk memastikan tata kelola pendidikan berjalan transparan, bersih, dan berpihak kepada masyarakat. “Kami tidak takut dengan ancaman atau tuduhan sembarangan. Kami akan terus mengawasi dan menyuarakan kebenaran, selama masih ada ketidakadilan dan penyimpangan di Dinas Pendidikan Aceh,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *