Bupati Armia Buka Pelatihan SDC Aceh Tamiang, Target Tekan Angka Pengangguran

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Pelatihan Kompetensi program Skills Development Center (SDC) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.

Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH di Aula Setdakab, Jumat (22/5/26).

Program SDC ini merupakan langkah nyata Pemkab Aceh Tamiang untuk membentuk generasi muda yang terampil, unggul, dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Targetnya jelas: menekan angka pengangguran dan membekali peserta dengan kompetensi bersertifikat agar siap kerja maupun menjadi wirausahawan.

Baca juga Artikel ini:  Kunjungan Kebun Budidaya Semangka, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH Apresiasi Usaha BUMK Kampung Seumadam

“Dunia sudah berubah, kehidupan ke depan semakin menantang dan kompetitif. Gali potensi diri dan harus ada kemampuan sendiri, jangan hanya berharap kepada orang lain serta manfaatkan teknologi,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Pemkab berkomitmen mengubah mindset masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki motivasi dan keahlian menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Ingat, hidup itu pilihan. Tujuan hidup kita mencari kebahagiaan, kesuksesan lahir batin. Namun setiap langkah yang diambil harus dipikirkan baik dan buruknya,” pesan Bupati kepada peserta.

Baca juga Artikel ini:  Pimpin Sertijab Camat Kota Kuala Simpang, Bupati Aceh Tamiang Minta Pejabat Baru Cermati Potensi PAD dari Sarang Burung Walet

Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang, Rafe’i melaporkan, pelatihan diikuti 64 peserta dengan rincian 32 orang untuk pelatihan bakery, 16 orang menjahit, dan 16 orang operator drone. Kegiatan akan berlangsung mulai awal Juni di BBPVP Medan selama 26 hari.

“Peserta nanti akan tinggal di balai pelatihan, mendapatkan konsumsi, uang saku, pakaian praktik, biaya laundry, dan sertifikat BNSP,” jelas Rafe’i.

Pemkab memastikan program ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi mencakup sertifikasi hingga penempatan kerja atau pemberian modal usaha. Program SDC juga terbuka bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, agar memiliki kesempatan yang sama meningkatkan taraf hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *