Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, sektor pendidikan kembali menunjukkan semangat kebangkitan. Salah satunya melalui program revitalisasi TK Negeri Pembina 2 Karang Baru, yang beralamat di Jalan Medan–Banda Aceh, Gang Inpres, Kampung Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Sekolah yang berhasil meraih Sertifikat Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) pada September 2025 tersebut memperoleh Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp755.051.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih representatif, aman, dan nyaman.
Program revitalisasi meliputi enam pekerjaan utama, yakni rehabilitasi dua ruang kelas beserta perabotnya, pembangunan satu ruang kelas baru (RKB) lengkap dengan perabot, pembangunan toilet beserta fasilitas sanitasi, pembangunan ruang administrasi beserta perabot, serta penataan lingkungan sekolah.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pelaksanaan proyek revitalisasi juga menunjukkan kepatuhan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal tersebut terlihat dari berbagai langkah pengamanan yang diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung awak media ragamrajawalinusantara.id, seluruh area proyek telah dipasang garis pembatas (safety line) yang mengelilingi lokasi pembangunan. Selain itu, papan-papan imbauan keselamatan juga terpasang di sejumlah titik strategis sebagai bentuk edukasi sekaligus peringatan kepada masyarakat agar tidak memasuki area pekerjaan demi menghindari potensi kecelakaan.
Penerapan sistem pengamanan tersebut sejalan dengan standar keselamatan dalam pekerjaan konstruksi, sehingga setiap pekerja, tenaga pendidik, peserta didik, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi dapat terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan.
Hingga awal Agustus 2026, progres pembangunan revitalisasi telah mencapai sekitar 65 persen. Sejumlah pekerjaan utama telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan memasuki tahap penyelesaian.
Namun demikian, masih terdapat kebutuhan penting yang diharapkan dapat segera direalisasikan, yakni pembangunan paving block di lingkungan sekolah. Keberadaan paving block dinilai sangat penting untuk menciptakan halaman sekolah yang lebih tertata, bersih, aman, serta memudahkan mobilitas siswa, guru, dan orang tua, terutama saat musim hujan.
Kepala TK Negeri Pembina 2 Karang Baru, Norma, S.Pd, menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Alhamdulillah, pembangunan revitalisasi berjalan sesuai rencana dan saat ini progresnya telah mencapai sekitar 65 persen. Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah melalui program ini. Namun, kami juga sangat berharap pembangunan paving block dapat direalisasikan karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan penataan lingkungan sekolah agar lebih aman, bersih, dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Norma.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi bukan hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
Dengan revitalisasi senilai lebih dari Rp755 juta yang disertai penerapan standar K3 secara disiplin, TK Negeri Pembina 2 Karang Baru diharapkan menjadi contoh satuan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam mutu akademik melalui Akreditasi A, tetapi juga memiliki fasilitas pendidikan yang modern, aman, dan ramah anak. Ke depan, penyelesaian pembangunan, termasuk pemasangan paving block, diharapkan semakin menyempurnakan wajah sekolah sebagai pusat pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kabupaten Aceh Tamiang.












