Bangkit Pascabanjir, SD Negeri Bukit Rata Direvitalisasi Hampir Rp1 Miliar, Proyek Capai 60 Persen dan Terapkan Standar K3

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025, sektor pendidikan terus mendapat perhatian pemerintah. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, yang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp967.183.686 dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Sekolah yang beralamat di Jalan Banda Aceh–Medan, Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh ini sebelumnya telah mengantongi Sertifikat Akreditasi B dari BAN-PDM untuk periode 2023–2028. Revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan representatif.

Program revitalisasi meliputi lima pekerjaan utama, yaitu rehabilitasi 11 ruang kelas beserta perabotnya, rehabilitasi perpustakaan, rehabilitasi toilet laki-laki dan perempuan, rehabilitasi rumah dinas guru, serta penataan lingkungan sekolah. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur sekolah terhadap berbagai tantangan di masa mendatang.

Baca juga Artikel ini:  Ketua Harian DPP CIC Sulaiman Datu Minta Kapolres Atau Kejari Aceh Tamiang Peka Atas Berita Tentang Dugaan Korupsi Dana Desa

Hasil pemantauan awak media ragamrajawalinusantara.id di lokasi proyek menunjukkan pelaksanaan pekerjaan telah menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara optimal. Seluruh area konstruksi dipasang garis pembatas (safety line) yang mengelilingi lokasi pekerjaan, dilengkapi papan-papan imbauan keselamatan sebagai bentuk mitigasi risiko bagi pekerja maupun warga sekolah.

Penerapan sistem pengamanan tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya berorientasi pada kualitas hasil pembangunan, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan selama proses konstruksi berlangsung. Keberadaan garis pembatas dan rambu-rambu keselamatan bertujuan mencegah akses masyarakat, khususnya siswa, memasuki area yang berpotensi membahayakan.

Saat ini, progres pembangunan revitalisasi SD Negeri Bukit Rata telah mencapai sekitar 60 persen. Dengan capaian tersebut, pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan sehingga fasilitas baru dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah.

Baca juga Artikel ini:  Babinsa Koramil 03/Batui Bersama Kasubsektor Batui selatan Amankan Ibadah Dan Perayaan Natal Di Gereja Musafir

Kepala SD Negeri Bukit Rata, Ridhwan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan harapan besar bagi sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Revitalisasi ini menjadi momentum penting bagi SD Negeri Bukit Rata untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas. Kami mengapresiasi perhatian pemerintah melalui dukungan anggaran APBN Tahun 2026. Semoga seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas serta keselamatan kerja,” ujar Ridhwan.

Ia menambahkan, keberadaan gedung dan fasilitas yang lebih representatif diyakini akan meningkatkan semangat belajar peserta didik sekaligus mendukung kinerja para guru dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Program revitalisasi SD Negeri Bukit Rata menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah proses pemulihan daerah pascabencana. Dengan infrastruktur yang semakin baik, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *