Berita  

Dana Stimulan Tahap Dua di Keude Bagok Sa Disorot, Data Penerima Dipertanyakan

0:00

Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_ Penyaluran dana stimulan tahap kedua di Gampong Keude Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, menuai sorotan. Sejumlah warga yang tercantum sebagai penerima disebut tidak terdampak banjir, sementara warga yang mengalami dampak justru tidak masuk dalam daftar. Jumat 21/08/2026

Data dari BNPB Kabupaten Aceh Timur

 

Persoalan itu mencuat setelah warga mempertanyakan daftar penerima bantuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat ketidaksesuaian antara kondisi warga di lapangan dan data penerima dana stimulan.

Data dari kecamatan Nurussalam

Operator Kecamatan Nurussalam, Nurul Asma Yani, mengatakan pihak kecamatan hanya menerima berkas yang telah disiapkan pemerintah gampong. Menurut dia, pihak kecamatan tidak melakukan verifikasi ulang terhadap data tersebut.

Baca juga Artikel ini:  Polres Aceh Timur Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers, Toga, Tomas, Mahasiswa, LSM dan Anak Yatim

“Pihak kecamatan hanya menerima berkas yang sudah jadi dari pihak gampong,” kata Nurul saat dikonfirmasi.

Sementara itu, mantan Pejabat Sementara (Pj.) Geuchik Keude Bagok Sa, Nilawati, mengatakan pendataan warga terdampak banjir sebelumnya telah diarahkan kepada perangkat gampong.

Menurut Nilawati, kepala dusun diminta mendata warga yang benar-benar terdampak banjir. Namun, perangkat gampong melaporkan adanya warga yang tidak bersedia didata.

“Saya sudah menyuruh perangkat gampong melalui pesan WhatsApp di grup gampong, meminta setiap kepala dusun mendata warga yang benar-benar terdampak banjir. Tapi kata perangkat, warganya tidak mau didata,” ujar Nilawati.

Baca juga Artikel ini:  Kapolsek Nurussalam Hadiri Peresmian Pos Koramil Darul Fallah Oleh Danrem 011/Lilawangsa

Karena waktu pendataan disebut terbatas, Nilawati akhirnya mengajukan warga yang bersedia didata. Jumlahnya sekitar 11 orang.

Keterangan tersebut justru menyisakan persoalan mengenai mekanisme penetapan penerima bantuan. Sebab, dana stimulan yang bersumber dari anggaran publik semestinya diberikan berdasarkan kondisi dan tingkat dampak bencana, bukan semata berdasarkan warga yang bersedia masuk dalam pendataan.

Ketidaksesuaian data itu kini menjadi perhatian warga. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait turun langsung memeriksa kembali kondisi penerima maupun warga yang terdampak, sehingga bantuan tidak salah sasaran.

Warga juga berharap dilakukan verifikasi ulang secara terbuka dan menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan dana stimulan tahap kedua benar-benar diterima masyarakat yang terdampak banjir dan memenuhi kriteria penerima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *