Berita  

Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I,K. M,H.Maafkan Pelaku Penganiayaan, DPP AWAI Ucapkan Apresiasi.

0:00

Aceh Timur: Ragamrajawalinusantara.id_ Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Wartawan Aceh Independen (DPP AWAI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh,Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I,K. M,H. yang telah memaafkan pelaku penganiayaan terhadap dirinya.

Sikap pemaafan tersebut dinilai AWAI sebagai teladan luar biasa dalam membangun suasana damai, humanis, dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.ujar Dedi Saputra, SH ketua Umum Organisasi Aliansi Wartawan Aceh Independen (AWAI).

“Ini bentuk kedewasaan dan kebesaran hati seorang pimpinan. Kami di AWAI sangat mengapresiasi langkah Irwasda yang memilih jalan memaafkan. Semoga ini menjadi contoh bagi kita semua untuk tidak menebar kebencian,” ujar Ketua AWAI, dalam keterangannya, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca juga Artikel ini:  IPHI Kecamatan Nurussalam Mengadakan Acara Peusijuk Calon Jamaah Haji 2025

Menurut Dedi, sikap tersebut juga sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengutamakan penyelesaian masalah secara humanis tanpa meninggalkan proses hukum yang berlaku.

AWAI berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama, baik bagi insan pers maupun masyarakat, untuk terus menjaga marwah, profesionalisme, dan menghormati sesama.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas jurnalistik secara berimbang, tidak provokatif, dan menjunjung tinggi kode etik,” tambahnya.

Sebelumnya, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I,K. M,H.menjadi korban penganiayaan Dalam rangkaian peringatan hari damai aceh, di kompleks masjid raya baiturrahman banda aceh pada tanggal 15 Agustus 2026.

Baca juga Artikel ini:  Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin Hadiri Undangan 100 Kampung Adat Kreatif Melayu Langkat dan Terima Penghargaan dari Sultan Langkat

Peristiwa tersebut, terjadi di tengah pelaksanaan kegiatan. Alih-alih memperpanjang persoalan atau mengambil langkah hukum, Iskandar memilih untuk menempuh jalan damai. Demi menjaga ketertiban serta kebersamaan, di tengah masyarakat.

“Sebagai putra aceh, kami dibesarkan dengan nilai tenggang rasa dan kearifan menahan diri. Memaafkan, adalah jalan terbaik. Untuk menjaga agar persatuan tetap terjaga,” ujar Iskandar.

Iya juga, mengimbau kepada masyarakat luas. Khususnya generasi muda di aceh, agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai agama dan adab. Dalam setiap penyampaian aspirasi, mau pun aktivitas sosial sehari-hari
Namun dengan jiwa besar beliau memilih memaafkan para pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *