POSO,Ragamrajawalinusantara.id — Memasuki hari keenam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026, pengerjaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik bapak yafet terus berjalan secara bertahap dan teliti di Desa Mayakeli Kecamatan Pamona Pusalemba Kabupaten Poso . Hingga pukul 16.00 WITA, Sabtu (24/10), kemajuan pengerjaan telah mencapai 30 persen, naik 20 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Terlihat jelas di lokasi, fondasi bangunan kini telah terpasang rapi dan kokoh, diikuti dengan pemasangan tiang-tiang penyangga utama serta kerangka dinding yang mulai berdiri tegak. Personel Satgas bekerja dengan ketelitian tinggi sebagian mencampur adukan semen dan pasir dengan takaran yang tepat, sebagian lain merakit rangka kayu sesuai ukuran, sementara yang lainnya memastikan setiap tiang berdiri lurus dan kokoh agar bangunan nanti kuat menahan beban atap serta cuaca. Pekerjaan dilakukan secara hati-hati, mengingat fondasi dan struktur kerangka adalah bagian paling mendasar yang menentukan kekuatan dan ketahanan rumah dalam jangka waktu panjang.
Bapak yafet, pemilik rumah, tampak menyaksikan setiap proses pembangunan dengan penuh harap dan rasa syukur:
“Selama ini saya sudah lama ingin memperbaiki rumah, namun kemampuan saya belum memungkinkan. Ketika rumah saya terpilih menjadi sasaran bantuan TMMD, saya sangat bersyukur. Melihat fondasi dan tiang-tiangnya mulai berdiri seperti ini, hati saya sangat senang. Saya berjanji akan merawat rumah ini sebaik mungkin setelah selesai, agar bisa dinikmati bersama istri dan anak-anak saya. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang bekerja sungguh-sungguh untuk saya,” ungkap Bapak yafet dengan tulus.
Dibandingkan dengan perkembangan rumah penerima manfaat lainnya, rumah Bapak yafet berada di posisi ketiga tercepat. Setiap rumah memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda, sehingga pengerjaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanpa mengorbankan kualitas.
Dan SSK Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1307/Poso, Kapten Inf Johny Palandi, menegaskan bahwa ketelitian di tahap awal adalah jaminan kualitas di masa depan:
“Angka 30 persen ini bukan sekadar kemajuan, melainkan fondasi kehidupan baru bagi Bapak yafet dan keluarganya. Kami tidak akan terburu-buru setiap tiang yang kami pasang, setiap dinding yang kami bangun, harus kokoh, rata, dan tahan lama. Kami ingin memastikan rumah ini bukan hanya sekadar tempat berteduh, melainkan hunian yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi keluarganya. Tahap demi tahap akan kami selesaikan dengan standar kualitas terbaik,” ujar Kapten Inf Johny Palandi.( AGUS ).
Views: 13