Langkat – ragamrajawalinusantara.id | Komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di kawasan pesisir Paluh Pasir, Dusun II, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendapat apresiasi melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk hibah 28 ekor kambing lengkap dengan kandangnya kepada Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu. Bantuan ini diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan kayu bakau sebagai sumber penghasilan.
Melalui pengembangan peternakan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif mata pencaharian yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan serta menjaga ekosistem mangrove di kawasan pesisir.
Salah seorang anggota kelompok tani ” Candra ” mengatakan hibah tersebut sangat bermanfaat bagi anggota kelompok karena dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
“Bantuan kambing ini sangat bermanfaat untuk menambah ekonomi masyarakat, khususnya anggota kelompok tani,” ujarnya
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan mangrove. Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan sumber daya perairan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Dengan melestarikan mangrove, kita secara langsung menjaga ekosistem laut. Udang, ikan, kepiting dan lokan tetap bisa kita nikmati di Paluh Pasir,” katanya.
Sementara itu, Edi, selaku sekretaris kelompok, menegaskan bahwa keberlanjutan mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Semakin banyak pihak yang ikut melestarikan hutan mangrove, kita berharap ke depan kawasan mangrove tetap terjaga kelestariannya,” tegas Edi.
Program tersebut menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mangrove dijaga, ekonomi warga diperkuat —keduanya menjadi investasi bagi masa depan pesisir Paluh Pasir.













