Pasar Pekanan Padat, Akses Jalan di Halaban Dikeluhkan Warga, Warga Minta Pemerintah Bertindak

0:00

Langkat (Sumatera Utara) — ragamrajawalinusantara.id | Aktivitas pasar pekanan di wilayah Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian masyarakat. Setiap hari pasar tiba, antusiasme warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga membuat kawasan tersebut dipadati pedagang dan pembeli.

Kondisi itu berdampak pada arus lalu lintas. Jalan yang relatif sempit semakin sesak akibat aktivitas perdagangan hingga membuat pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat maupun pejalan kaki, kesulitan melintas.

Pantauan di lokasi, Kamis (8/10/2026), kepadatan terjadi ketika masyarakat dari berbagai pelosok desa mulai berdatangan untuk berbelanja. Aktivitas jual beli yang berlangsung di sekitar badan dan tepian jalan dinilai warga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.

Edi, warga Dusun I Gubang Gajah, Desa Halaban, mengatakan kondisi tersebut cukup meresahkan masyarakat, khususnya mereka yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.

“Kami sebagai masyarakat pengguna jalan sangat resah karena aktivitas masyarakat menjadi macet dan terganggu. Jalan yang sempit sangat sulit dilalui, baik kendaraan roda empat maupun roda dua,” ujar Edi.

Baca juga Artikel ini:  CIC Apresiasi Polda Sumut Tangkap Mantan Bupati Batu Bara Zahir Di Jakarta

Menurutnya, kepadatan pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas anak-anak sekolah. Para pelajar terpaksa berangkat lebih awal untuk mengantisipasi kemacetan agar tidak terlambat mengikuti proses belajar mengajar.

“Apalagi kalau ada masyarakat yang sedang mengalami kemalangan atau menggelar hajatan, tentu kondisi jalan yang padat dan sempit semakin mengganggu akses masyarakat,” katanya.

Edi juga menyoroti keberadaan pedagang yang berjualan terlalu dekat dengan jalur lalu lintas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut aspek keselamatan.

“Kami berharap pemerintah dan instansi terkait mengambil langkah yang bijaksana untuk menata aktivitas pasar, terutama demi menjaga keselamatan para pedagang dan pengguna jalan,” harapnya.

Sementara itu, Laode, Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Halaban Edi , juga menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan kepadatan pada hari pasar bukan persoalan baru karena hampir setiap pekan masyarakat mengalami kesulitan melewati akses tersebut.

Baca juga Artikel ini:  Kodim 1308/LB Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat

“Setiap hari pasar tiba, pengguna jalan sangat kesulitan. Jangankan membawa kendaraan, berjalan kaki saja terkadang susah karena padatnya aktivitas masyarakat,” ungkap Edi.

Ia mengaku sebelumnya telah menyampaikan usulan kepada pemerintah desa agar kondisi tersebut dapat ditertibkan demi menciptakan kelancaran dan kenyamanan bagi masyarakat.

Kami berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera mencari solusi, termasuk melakukan penataan terhadap lokasi berjualan dan arus lalu lintas, terutama menjelang momentum hari-hari besar seperti Tahun Baru dan Idulfitri yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Kita tentu tidak menginginkan kepadatan dan kesempitan seperti ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berniat melakukan kejahatan. Karena itu, penataan dan pengawasan perlu dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemuda Pancasila bersama masyarakat Desa Halaban siap mendukung langkah pemerintah sepanjang kebijakan tersebut bertujuan menciptakan ketertiban, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.

“Saya selaku Ketua Ranting Pemuda Pancasila bersama masyarakat Desa Halaban siap mendukung sepenuhnya pemerintah agar ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat dapat terwujud,” pungkasnya.

Baca juga Artikel ini:  Ws. Danramil 1308-12/Bulagi Ikut Hadir Hadiri Lomba Desa Tingkat Kabupaten

Masyarakat berharap persoalan kepadatan pasar pekanan tersebut tidak sekadar menjadi keluhan rutin setiap hari pasar, tetapi dapat segera ditindaklanjuti melalui solusi konkret, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat.** (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *