TENTENA,
Tahap penggalian lubang pondasi dan Sapitank ini merupakan fase krusial yang menentukan ketahanan dan kekuatan struktur bangunan ke depan. Mengusung semangat gotong royong, pengerjaan fisik dilakukan secara manual dan terukur untuk memastikan target selesai tepat waktu.
Dan SSK Satgas TMMD Ke 130, Kapten Inf Johny Palandi, menyatakan bahwa kehadiran program TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan juga untuk merawat nilai-nilai luhur kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Tahap penggalian lubang pondasi dan Sapitank ini adalah fondasi awal, baik secara fisik bangunan maupun secara ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat. Kami hadir di sini untuk bekerja bersama, mengatasi kesulitan warga, serta memastikan percepatan pembangunan di Desa Bantik dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan berkelanjutan,” tegas Kapten Inf Johny Palandi.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh masyarakat Desa Leboni yang hadir di lokasi sasaran fisik. Warga menyambut hangat kehadiran para prajurit yang turun langsung membantu desa mereka.
bapak TIku Djobu (55), salah seorang warga Desa Leboni yang ikut bergotong royong, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kehadiran Satgas TMMD.
“Kami sangat bersyukur dan senang bisa bekerja bersama bapak-bapak TNI. Pekerjaan yang berat jadi terasa ringan karena dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat. Kami optimistis pembangunan ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan desa kami,” tutur bapak TIku Djobu .
Melalui kemitraan yang kuat antara Satgas TMMD, pemerintah daerah, dan warga lokal, program TMMD diharapkan tidak hanya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan, tetapi juga memperkokoh ketahanan wilayah melalui semangat kebersamaan.( AGUS ).











