ragamrajawalinusantara.id – Aceh Tamiang | Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus bergerak memulihkan roda perekonomian kerakyatan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat. Di tengah fase transisi pemulihan pascabencana yang meluluhlantakkan wilayah ini akhir tahun lalu, Pemkab Aceh Tamiang bersama Kementerian Pertanian dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat membuktikan komitmen nyata dengan menggelar panen raya di Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kamis (29/10/26) sore kemarin.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memimpin langsung upaya pemulihan sektor pertanian yang menjadi urat nadi daerahnya. Dari total lebih dari 8.000 hektare lahan sawah di wilayah ini, sekitar 6.000 hektare sempat mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terjangan bencana. Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Kodim Aceh Tamiang serta program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementan seluas 155 hektare di Paya Meta, lahan-lahan yang sempat lumpuh kini kembali hijau dan produktif.
“Aceh Tamiang merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana sebelumnya. Namun, berkat kerja sama yang solid, lahan yang dulunya rusak kini mulai dapat dimanfaatkan kembali oleh para petani dengan hasil yang memuaskan,” ujar Bupati Armia di sela-sela peninjauan infrastruktur dan panen raya.
Langkah proaktif Pemkab Aceh Tamiang ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah pusat. Waka Perencanaan dan Pengendalian Satgas PRR Pusat sekaligus Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Imran, memuji kerja keras Kementerian Pertanian serta jajaran Pemkab yang sukses menghidupkan kembali denyut nadi pertanian di Aceh Tamiang secara berkelanjutan.
Menurut Imran, keberhasilan panen raya di lahan seluas 155 hektare ini membuktikan bahwa proses rehabilitasi berjalan pada jalur yang tepat. Ia pun optimistis produktivitas para petani ke depannya dapat terus digenjot seiring dengan pemulihan infrastruktur yang terus dikebut oleh pemerintah.
“Kalau sekarang antara lima sampai enam ton per hektare, kita berharap nanti bisa sampai tujuh atau delapan ton per hektare, sehingga kita bisa menjamin bahwa pemulihan itu sudah berlangsung dengan baik dan bermanfaat,” tegas Imran di lokasi panen raya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (BRMP PKH), Agus Susanto, turut mengungkapkan rasa syukurnya karena program Oplah mampu mengubah lahan rusak ringan akibat bencana menjadi area produktif yang langsung menghasilkan panen memuaskan.
Melalui kepemimpinan daerah yang adaptif dan kolaborasi lintas instansi yang kuat, Pemkab Aceh Tamiang optimis ketahanan pangan di Bumi Muda Sedia tidak hanya pulih, tetapi juga melompat lebih tangguh demi kesejahteraan para petani.














