Pekan Baru – ragamrajawalinusantara.id | Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat RT 004, RW 009, Perumnas Griya Nusantara Sidomulyo Permai, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.
Bersama berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu-ibu anggota Dasawisma, Ketua RW, Ketua RT, Ketua PKK RW 009, tokoh masyarakat hingga warga setempat, mereka bahu-membahu membangun kebun Dasawisma di Jalan Rajawali VIII, RT 004, Ahad (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana arahan pemerintah dapat diterjemahkan masyarakat melalui aksi sederhana namun memiliki dampak luas. Tidak sekadar memperindah lingkungan, kebun Dasawisma diharapkan menjadi ruang produktif yang mampu mendorong ketahanan pangan sekaligus memperkuat interaksi sosial dan kesejahteraan keluarga.
Sejak pagi, warga tampak antusias membersihkan dan menata lahan yang akan dijadikan area kebun. Berbagai tanaman produktif direncanakan menghiasi kebun tersebut, mulai dari cabai, terung, sayuran hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Menariknya, kondisi wilayah yang relatif rawan banjir tidak menyurutkan semangat warga. Sistem penanaman akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, antara lain menggunakan polibag sehingga tanaman tetap dapat dibudidayakan secara efektif tanpa harus bergantung pada kondisi tanah secara langsung.
Ketua RW 009, Yoswandi, mengatakan keberadaan kebun Dasawisma merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung agar masyarakat di tingkat RT semakin aktif membangun kebersamaan dan kemandirian.
“Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Ketua PKK Kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung mengarahkan setiap RT yang ada di Pekanbaru untuk membuat Dasawisma. Tujuannya agar warga semakin menjalin silaturahmi, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Yoswandi.
Menurutnya, kebun Dasawisma RT 004 nantinya akan diisi berbagai tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan warga. Selain cabai dan terung, masyarakat juga akan menanam beragam sayuran serta tanaman produktif lainnya.
“Kondisi lokasi kita rawan banjir, sehingga penanaman pangan dilakukan menggunakan polibag. Dengan cara ini, kegiatan bercocok tanam tetap bisa berjalan dan hasilnya nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga,” jelasnya.
Yoswandi menilai, keberhasilan program Dasawisma tidak hanya ditentukan oleh tersedianya lahan, tetapi terutama oleh konsistensi dan partisipasi masyarakat dalam merawat serta mengembangkan kebun secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Ketua RT 004, Ulil Amri. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk bergotong royong membangun kebun Dasawisma.
“Pembuatan kebun Dasawisma RT 004 ini sesuai dengan arahan Kelurahan Perhentian Marpoyan dan Kecamatan Marpoyan Damai. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga yang begitu antusias bergotong royong dan ikut menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Ulil Amri.
Ia berharap kebun tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kebun produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita kebun ini terus dirawat bersama. Selain lingkungan menjadi lebih asri dan bersih, hasil tanaman nantinya juga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Kehadiran kebun Dasawisma RT 004 sekaligus memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat tingkat RT. Dengan kolaborasi, kepedulian dan semangat gotong royong, lahan yang sederhana dapat diubah menjadi ruang produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan.
Langkah warga RT 004 tersebut menjadi contoh bahwa keberhasilan program pemerintah pada akhirnya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Dari tingkat RT, gerakan kecil itu diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama dalam membangun lingkungan yang mandiri, produktif, sehat dan berkelanjutan.












