POSO,Ragamrajawalinusantara.id —- Memasuki hari Ketiga pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 TA 2026, pengerjaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi lima warga Desa Kecamatan Pamona Pusalemba Kabupaten Poso, menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Hingga pukul 15.30 WITA, Jumat (16/10), seluruh unit rumah terus naik secara bertahap dan berkualitas, dengan fondasi yang kokoh serta dinding yang perlahan terbentuk tegak dan rapi.
Berdasarkan laporan perkembangan kegiatan, rincian kemajuan masing-masing rumah adalah sebagai berikut:a)
(1) Sasaran 1 : 0,17%
(2) Sasaran 2 : 0 ,10%
(3) Sasaran 3 : 0,10%
(4) Sasaran 4 : 0 ,10%
(5) Sasaran 5 : 0 ,8%
Terlihat di lokasi-lokasi pengerjaan, personel Satgas bersama warga bekerja bahu-membahu tanpa kenal lelah.
Sebagian membuat galian pondasi, menyusun batu pondasi, menyusun batako dengan ketelitian tinggi agar rata dan kokoh, sebagian lain mengaduk serta mengangkut adukan semen, sementara yang lainnya menyiapkan kerangka kayu untuk kusen jendela, pintu, serta rangka atap. Setiap tahap dikerjakan dengan cermat tidak ada yang terburu-buru, karena semua menyadari bahwa rumah yang sedang dibangun ini akan menjadi tempat berlindung yang aman bagi keluarga penerima manfaat selama puluhan tahun ke depan.
Kegiatan ini melibatkan Jumlah 150 Orang terdiri dari 110 personel TNI, 10 personel Polri, 10 personil unsur pemerintah daerah, serta 30 warga yang turut berpartisipasi setiap harinya.
Kerja sama yang erat ini menjadi kunci utama laju kemajuan yang terus terjaga. Warga tidak hanya hadir membantu, tetapi juga merasa memiliki menyadari bahwa pembangunan ini adalah milik bersama, yang akan meningkatkan kualitas hidup tetangga mereka sekaligus memperindah wajah Desa Mengulak.
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 1307/Poso, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han menyampaikan bahwa setiap persentase yang naik adalah langkah menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga:
“Melihat kelima rumah ini tumbuh berdiri tegak hari demi hari, saya merasa bangga sekaligus terharu. Angka persentase di atas kertas itu penting, namun yang jauh lebih berharga adalah harapan yang tumbuh di hati Bapak Petrus , Bapak Tiku Djobu, Bapak Ibnu, Bapak Arianto Atan, dan Bapak Yafet Labinisi beserta keluarga mereka. Kerjakanlah setiap bagian rumah ini dengan sepenuh hati, seolah-olah ini adalah rumah kalian sendiri. Kekokohan fondasi dan kerapian dinding yang kita bangun hari ini adalah jaminan keamanan dan kenyamanan mereka di masa depan. Tetap kompak, pertahankan semangat gotong royong ini, dan pastikan hasilnya membanggakan,” tegas
.
Para penerima manfaat pun menyambut baik perkembangan yang terus berlangsung. Melihat fondasi mengeras dan dinding perlahan naik, mereka semakin yakin bahwa mimpi memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman akan segera menjadi kenyataan. Dengan cuaca yang mendukung dan semangat yang tak kunjung surut, diharapkan seluruh unit RTLH dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga lima keluarga di Kecamatan Pamona Pusalemba dapat segera menempati rumah baru mereka dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.( AGUS )..
Views: 35