SPPG ASPIRA Aceh Tamiang Terapkan Standar Ketat MBG, Kantongi SLHS, Sertifikat Halal dan Sertifikat Chef

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang menyediakan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan pangan, higiene, sanitasi, serta tata kelola produksi yang profesional. Prinsip tersebut menjadi perhatian serius SPPG Yayasan Aspirasi Rakyat (ASPIRA) yang beralamat di Jalan Rantau–Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, kawasan Titi Putih, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Sebagai bagian dari upaya menjaga mutu penyelenggaraan MBG, SPPG ASPIRA telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, serta Sertifikat Chef. Kepemilikan sertifikat tersebut menjadi bagian dari komitmen ASPIRA dalam membangun sistem pengelolaan makanan yang mengedepankan aspek kebersihan, keamanan, kualitas dan profesionalisme.

Kepala SPPG ASPIRA, Angga Syah Putra, menjelaskan bahwa proses produksi makanan dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur dan berjenjang. Setiap tahapan memiliki fungsi dan standar penanganan tersendiri, mulai dari bahan pangan diterima hingga makanan siap didistribusikan kepada sekolah penerima manfaat.

“Pertama, bahan-bahan yang datang masuk melalui Ruang Loading Barang. Setelah itu bahan dipisahkan antara bahan basah dan bahan kering sebelum ditempatkan pada ruang penyimpanan masing-masing,” jelas Angga.

Pemisahan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas bahan sekaligus mengurangi potensi terjadinya kontaminasi silang. Bahan kering ditempatkan di gudang kering, sedangkan bahan basah ditempatkan pada gudang basah sesuai karakteristik dan kebutuhan penyimpanannya.

Baca juga Artikel ini:  Perbanyak Amal Ibadah Babinsa Hadiri Workshop Peningkatan Kualitas Pendidikan Keagaman Ibu dan Anak

Setelah melalui tahapan penyimpanan, bahan pangan yang akan digunakan kemudian dipindahkan menuju Ruang Persiapan Masak. Di ruangan tersebut, bahan dipersiapkan secara terukur dengan tetap mengutamakan kebersihan, ketertiban dan keamanan pangan.

“Setelah melalui proses persiapan dan memenuhi standar higiene, bahan kemudian masuk ke Ruang Pengolahan untuk dimasak,” lanjutnya.

Tahapan pengolahan menjadi salah satu titik penting dalam rantai produksi makanan. Bahan yang telah dipersiapkan kemudian diolah dan dimasak hingga siap memasuki proses berikutnya, dengan tetap memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Dari Dapur Produksi Menuju Meja Peserta Didik

Setelah proses pengolahan dan pemasakan selesai, makanan selanjutnya masuk ke Ruang Pemorsian. Di tahap ini, makanan dibagi dan dikemas menjadi paket sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Dari ruang pemorsian, paket makanan kemudian dipersiapkan untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima program MBG.

Rangkaian tersebut menggambarkan bahwa proses penyediaan MBG di SPPG ASPIRA dibangun melalui sistem end-to-end, yakni pengawasan dan penanganan bahan pangan sejak diterima, disimpan, dipersiapkan, dimasak, diporsikan hingga didistribusikan.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari bagaimana makanan tersebut diproduksi secara aman, higienis dan bertanggung jawab.

Didukung 46 Pekerja, Dibagi Berdasarkan Fungsi dan Kompetensi

Untuk menunjang operasional, SPPG ASPIRA saat ini didukung 46 orang pekerja yang terbagi dalam sejumlah divisi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Baca juga Artikel ini:  Lanal Palu Gelar Bakti Teritorial Prima Gerakan Pangan Murah Peringati Hut Ke-80 TNI Tahun 2025

Pembagian kerja tersebut menjadi instrumen penting dalam menciptakan sistem operasional yang tertib. Setiap personel memiliki peran dalam rantai produksi, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, persiapan, pengolahan, pemorsian hingga pendistribusian.

Model kerja berbasis pembagian fungsi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan MBG membutuhkan koordinasi lintas divisi yang solid. Setiap tahapan saling berkaitan dan memiliki konsekuensi terhadap kualitas makanan yang akhirnya diterima oleh peserta didik.

Dalam perspektif food safety chain, keamanan pangan tidak berhenti ketika makanan selesai dimasak. Pengendalian harus berlangsung secara berkesinambungan hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

Karena itu, penerapan higiene dan sanitasi menjadi fondasi utama dalam operasional SPPG ASPIRA. Terbitnya SLHS menjadi bagian dari komitmen untuk mempertahankan standar tersebut secara konsisten dalam kegiatan produksi makanan.

Standar Bukan Sekadar Sertifikat

Bagi SPPG ASPIRA, sertifikasi bukan semata-mata dokumen administratif, melainkan harus diterjemahkan menjadi budaya kerja dalam setiap aktivitas dapur produksi.

Mulai dari penerimaan bahan, pemisahan bahan basah dan kering, penyimpanan, persiapan, pengolahan, pemorsian hingga distribusi, seluruh tahapan membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi agar kualitas makanan tetap terjaga.

Di tengah besarnya tanggung jawab program MBG, keberadaan SPPG dengan tata kelola yang baik menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan publik. Makanan yang diberikan kepada peserta didik harus memenuhi prinsip aman, bersih, bergizi dan layak konsumsi.

Baca juga Artikel ini:  Komandan Lanal Palu Ikuti Vicon dan Syukuran HUT ke-79 Jalasenastri

SPPG ASPIRA pun diharapkan dapat terus memperkuat kualitas pelayanan serta mempertahankan standar higiene, sanitasi dan keamanan pangan yang telah dibangun.

Pada akhirnya, program MBG bukan hanya tentang mengisi piring, tetapi tentang menghadirkan investasi gizi untuk generasi masa depan. Karena itu, setiap makanan yang diproduksi harus lahir dari proses yang disiplin, higienis, profesional dan penuh tanggung jawab.

Dengan mekanisme kerja yang terstruktur, dukungan 46 tenaga kerja, serta kepemilikan SLHS, Sertifikat Halal dan Sertifikat Chef, SPPG ASPIRA Aceh Tamiang menunjukkan upaya membangun tata kelola MBG yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas distribusi, tetapi juga pada mutu, keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *