TPP Aceh Perkuat Kapasitas Pendamping Desa, Raih Apresiasi dari Bank Indonesia dan Bappeda Aceh

0:00

Banda Aceh – ragamrajawalinusantara.id | Komitmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh dalam memperkuat kualitas sumber daya pendamping desa kembali membuahkan hasil. Melalui sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan, TPP Aceh terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pembangunan desa sekaligus katalisator penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, yang memberikan program capacity building bagi para TPP. Program ini membekali peserta dengan kemampuan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan hiburan (edutainment), strategi komunikasi publik, hingga keterampilan public speaking yang menjadi kebutuhan penting dalam era transformasi digital.

Ketua Koordinator TPP-P3MD Provinsi Aceh, Busra, ST., MM, menegaskan bahwa seorang pendamping desa tidak cukup hanya menguasai regulasi dan aspek teknis pembangunan. Lebih dari itu, pendamping harus mampu menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta menginspirasi lahirnya inovasi di tingkat desa.

Baca juga Artikel ini:  Di Antara Tugas dan Cinta: Perjuangan Seorang Prajurit

“Di era digital saat ini, media sosial bukan sekadar ruang berbagi informasi, tetapi telah menjadi instrumen edukasi yang mampu memperkenalkan potensi desa, mengangkat inovasi lokal, sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik terbaik pembangunan desa kepada masyarakat luas,” ujar Busra.

Tidak hanya memperoleh penguatan kapasitas dari Bank Indonesia, TPP Aceh juga mengambil peran strategis dalam Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Busra dipercaya menjadi narasumber dengan materi “Pengembangan BUMDes melalui Pengelolaan Pengetahuan dan Informasi.” Ia menekankan pentingnya membangun BUMDes berbasis data, inovasi, tata kelola pengetahuan, dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Keikutsertaan aktif TPP Aceh dalam forum strategis tersebut menunjukkan bahwa peran pendamping desa kini telah berkembang jauh melampaui fungsi administratif. TPP hadir sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta sharing knowledge dalam mendorong pengembangan UMKM, memperkuat BUMDes/BUMG, dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal berbasis desa.

Baca juga Artikel ini:  Polres Bangkep Gandeng GP Ansor, Banser Dan Mahasiswa Unismuh Laksanakan Baksos Polri Presisi Tahap 2

Atas dedikasi dan kontribusi tersebut, Busra, ST., MM menerima dua penghargaan bergengsi dari institusi berbeda. Penghargaan pertama diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang berlangsung di Banda Aceh pada 22–23 Juli 2026.

Selanjutnya, penghargaan kedua diserahkan oleh Bappeda Provinsi Aceh pada pelaksanaan Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.

Dua penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi nyata TPP Aceh dalam membangun kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas pendamping desa, serta memperkuat posisi TPP sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, produktif, dan berdaya saing.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, TPP Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pendamping yang profesional, adaptif, dan visioner. Melalui sinergi bersama pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, TPP optimistis desa-desa di Aceh akan tumbuh menjadi pusat inovasi, penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus fondasi utama bagi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *