Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id| Peristiwa tragis terjadi di Dusun Cempaka, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (27/10/2026) dini hari. Sebatang pohon sawit yang tumbang menimpa rumah warga saat penghuninya tengah terlelap tidur. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang balita berusia 4,5 tahun berinisial MA, sementara sang ibu, YS, mengalami luka memar.
Pasca kejadian, Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Aceh Tamiang bersama personel Polsek Kejuruan Muda turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami penyebab peristiwa yang merusak rumah warga tersebut.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kejuruan Muda IPTU Rudiono, S.Sos., menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut keterangan Kapolsek, saat kejadian kedua korban sedang tidur di kamar bagian belakang rumah. Secara tiba-tiba, pohon sawit yang berada tepat di belakang rumah tumbang, menghantam bagian atap hingga material bangunan dan puing-puing pohon jatuh ke arah kamar tempat kedua korban beristirahat.
“Ketika terbangun, ibu korban mendapati kondisi kamar sudah hancur. Ia kemudian melihat anaknya, MA, tertimpa puing-puing pohon. Dalam keadaan panik, YS meminta pertolongan kepada tetangga,” jelas IPTU Rudiono.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa kedua korban ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Paya Bedi untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa MA. Balita berusia 4,5 tahun itu dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan akibat tertimpa batang kayu serta puing-puing seng. Sementara itu, YS mengalami luka memar pada bagian kepala dan perut.
“Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta,” ungkap Kapolsek.
Jenazah MA selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk menjalani proses fardu kifayah sesuai ketentuan agama.
Pohon Rapuh dan Cuaca Ekstrem Diduga Jadi Pemicu
IPTU Rudiono menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, pohon sawit tersebut diduga tumbang karena usianya yang sudah tua dan kondisinya telah rapuh. Faktor cuaca, berupa intensitas hujan tinggi yang disertai angin, juga diduga turut memperbesar risiko pohon ambruk hingga menimpa rumah warga.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lokasi. Tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Tamiang bersama personel Polsek Kejuruan Muda melakukan olah TKP untuk mengumpulkan keterangan dan mendalami kondisi di sekitar lokasi kejadian.
Di sisi lain, Polsek Kejuruan Muda bersama perangkat desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang untuk membantu membersihkan puing-puing pohon serta material rumah yang mengalami kerusakan.
Tragedi Jadi Peringatan Bahaya Pohon Rawan Tumbang
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan pohon-pohon tua, rapuh, atau berpotensi tumbang, terutama yang tumbuh dekat rumah dan bangunan tempat tinggal.
Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang dan membahayakan keselamatan penghuni rumah. Karena itu, pemeriksaan kondisi pohon di sekitar permukiman serta pemangkasan atau penanganan terhadap pohon yang dinilai rawan perlu menjadi perhatian bersama.
Tragedi di Desa Bukit Rata ini bukan sekadar menyisakan kerusakan material, melainkan juga duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan seorang anak di usia yang masih sangat belia.
Kehadiran aparat kepolisian dan koordinasi dengan BPBD diharapkan dapat membantu penanganan pascakejadian sekaligus memastikan kondisi lokasi aman bagi warga sekitar.
Satu nyawa melayang, satu keluarga berduka. Peristiwa ini menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan tempat tinggal merupakan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan masyarakat.













