Polri  

Minggu Kasih, Kapolres Aceh Tamiang Perkuat Toleransi dan Sinergi Kamtibmas Bersama Jemaat Kristiani

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Komitmen Polri dalam merawat kerukunan antarumat beragama dan memperkuat stabilitas keamanan terus diwujudkan melalui pendekatan humanis kepada masyarakat. Kali ini, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi bersama jemaat umat Kristiani melalui program Minggu Kasih, Minggu (25/10/2026), sebagai bagian dari implementasi program Quick Wins Polri dan upaya memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut digelar di Gedung Petro Ria Club, Kompleks Pertamina Field Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Kapolres hadir didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tamiang dan personel Polsek Rantau, serta disambut oleh para pendeta dan jemaat umat Kristen dan Katolik.

Program Minggu Kasih bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat untuk membangun kepercayaan, mempererat persaudaraan, serta memastikan setiap warga mendapatkan rasa aman dalam menjalankan aktivitas dan beribadah.

Melalui pertemuan tersebut, Kapolres Aceh Tamiang membuka ruang dialog bersama jemaat guna menyerap aspirasi, saran, dan masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polres Aceh Tamiang.

Baca juga Artikel ini:  Razia Gabungan di Lapas Kualasimpang, Petugas Sita Sejumlah Barang Terlarang

Pendekatan dialogis ini menjadi bagian penting dalam membangun pola pemeliharaan keamanan yang partisipatif. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima pelayanan kepolisian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan menjaga ketenteraman lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan imbauan agar seluruh elemen masyarakat senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian.

Jemaat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Toleransi dan Kebersamaan Menjadi Fondasi Keamanan

Kapolres Aceh Tamiang menegaskan bahwa terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif tidak dapat hanya bertumpu pada peran aparat keamanan. Dukungan, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat merupakan unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.

Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, sikap saling menghormati dan menghargai hak setiap warga dalam menjalankan ibadah merupakan fondasi penting bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun.

Baca juga Artikel ini:  Bhabinkamtibmas Laksanakan Sambang dan DDS, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warga

Dalam konteks tersebut, kehadiran Polri melalui program Minggu Kasih diharapkan mampu memperkuat jembatan komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui dialog, koordinasi, dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Pendeta Ja’far Sidik, Pendeta Jemaat PJKP Helminar Sigiro, para PJU Polres Aceh Tamiang, personel Polsek Rantau, serta jemaat umat Kristen dan Katolik.

Polri Hadir untuk Semua Golongan

Melalui program Minggu Kasih, Polres Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, pelayanan yang humanis, dan kemitraan yang berkelanjutan antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat.

Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini, semangat toleransi semakin menguat, serta stabilitas keamanan di Kabupaten Aceh Tamiang tetap terjaga.

Baca juga Artikel ini:  Hari Kelima, Ratusan Pengendara Di Pidie Terjaring Operasi Zebra Seulawah 2024.

Pada akhirnya, keamanan bukan semata-mata tentang ketiadaan gangguan, melainkan juga tentang hadirnya rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan jaminan bagi setiap warga untuk menjalankan ibadah serta kehidupan sosial secara aman dan bermartabat.

Minggu Kasih menjadi pengingat bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama, sedangkan menciptakan rasa aman merupakan bagian dari pengabdian yang harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *