Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, meninjau pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah di Kampung Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, Selasa (26/5/2026).
Kunjungan ini didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang drh. Yusbar dan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irwan Hadi, SP.
Bupati Armia mengatakan program rehabilitasi merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang diprioritaskan bagi petani terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Tujuannya memulihkan sarana dan prasarana pertanian agar petani dapat segera bercocok tanam dan menjaga produksi pangan.
“Rehabilitasi lahan persawahan pascabencana di Aceh Tamiang saat ini mencapai 712 hektare, mencakup Kecamatan Karang Baru, Manyak Payed, dan Bendahara,” jelas Bupati Armia.
Rincian lahan yang direhabilitasi yaitu Kecamatan Karang Baru seluas 277 hektare, Manyak Payed 27 hektare, dan Bendahara 407,9 hektare.
Tahap awal difokuskan di delapan kampung yang paling parah terdampak banjir bandang, seluas 260 hektare. Delapan kampung itu adalah Alur Bemban, Medang Ara, Paya Awe, Paya Kulbi, Johar, Tanjung Lipat 1, Tanjung Lipat 2, dan Matang Tepah.
Bupati Armia menambahkan, percepatan pemulihan lahan sawah dilakukan bekerja sama dengan Kodim 0117/Aceh Tamiang.
“Melalui program ini, petani diharapkan dapat kembali bercocok tanam untuk meningkatkan produksi padi yang sempat terganggu akibat bencana,” ujarnya.
Kegiatan peninjauan turut dihadiri penyuluh pertanian, Babinsa Koramil Karang Baru, Datok Penghulu Kampung Paya Kulbi, serta para ketua kelompok tani dan petani setempat.












