Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, memenuhi undangan Bupati Aceh Tamiang untuk menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru kelas I pada hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 1 Kejuruan Muda, Rantau.
Kehadiran Ketua DPRK bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memastikan proses awal tahun ajaran baru berlangsung dengan aman, tertib, nyaman, dan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak.
Pada kesempatan tersebut, seluruh unsur Forkopimda memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar seluruh satuan pendidikan di Aceh Tamiang menjadi lingkungan yang ramah anak, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan diskriminatif.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, menilai bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan fase penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta rasa aman bagi peserta didik yang baru memasuki jenjang pendidikan.
Menurutnya, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, sehingga setiap anak dapat belajar, berkembang, dan meraih prestasi tanpa rasa takut maupun tekanan.
“Kehadiran pemerintah di sekolah pada hari pertama masuk bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wujud komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang membentuk generasi berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” ujar Fadlon.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan MPLS, Ketua DPRK Aceh Tamiang bersama Bupati Aceh Tamiang melanjutkan agenda pemerintahan dengan menyambut kedatangan **** di Makoramil 08/Rantau.
Kunjungan Wakil Gubernur Aceh tersebut dalam rangka memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, yang menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana.
Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan anak, tetapi juga melalui percepatan rehabilitasi pascabencana sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Aceh Tamiang yang tangguh, aman, dan sejahtera.












