Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Di tengah dimulainya musim tanam padi, para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang masih dipenuhi endapan lumpur akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.
Pembersihan jalur irigasi dilakukan secara swadaya oleh masyarakat demi memastikan pasokan air dapat mengalir lancar ke areal persawahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat keberhasilan musim tanam sangat bergantung pada ketersediaan dan kelancaran distribusi air.
Menanggapi situasi itu, Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Komisi II, Hamil Hasan, meminta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang agar segera bekerja lebih optimal dalam menangani persoalan pascabanjir yang masih dirasakan petani hingga saat ini.
Kepada awak media, Jumat (19/6/2026), Hamil Hasan menegaskan bahwa langkah-langkah komprehensif sangat diperlukan guna mendukung produktivitas pertanian, khususnya pada masa tanam padi yang sedang berlangsung.
“Diperlukan langkah-langkah komprehensif dari dinas terkait di tengah kondisi tanam padi sawah saat ini. Pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah yang bersumber dari APBN untuk mengoptimalkan lahan sawah pascabanjir. Karena itu, program yang telah direncanakan harus segera direalisasikan,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai, percepatan rehabilitasi jaringan irigasi dan pemulihan lahan sawah menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak kehilangan momentum musim tanam.
Ia secara khusus mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera merealisasikan program rehabilitasi irigasi dan sawah, terutama di wilayah Kecamatan Seruway yang menjadi salah satu kawasan terdampak.
“Dinas jangan lambat. Harus bekerja ekstra untuk mengoptimalkan sawah pascabanjir agar petani dapat kembali menanam padi secara maksimal. Apalagi kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi saat ini sangat mendukung kebutuhan air bagi persawahan,” tegasnya.
Menurutnya, jika penanganan dilakukan secara cepat dan tepat, maka target peningkatan produksi padi serta program ketahanan pangan nasional dapat berjalan sesuai harapan. Sebaliknya, keterlambatan rehabilitasi infrastruktur pertanian berpotensi menghambat aktivitas petani dan menurunkan hasil panen di masa mendatang.
Di tengah semangat gotong royong petani membersihkan saluran irigasi secara mandiri, masyarakat kini berharap pemerintah segera turun tangan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian warga Aceh Tamiang. Dengan dukungan anggaran yang telah tersedia, langkah nyata dinilai menjadi kunci agar sawah-sawah yang sempat terdampak banjir dapat kembali produktif dan menghasilkan panen yang melimpah.












