Pemasangan baleho dilakukan di titik strategis yang mudah terlihat oleh warga yang melintas. Baleho tersebut berisi pesan tegas untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya api.
Kegiatan ini merupakan langkah preventif Koramil 1308–03/Batui mengingat wilayah Desa Bone Balantak merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi Karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.
Danramil 1308–03/Batui Kapten Inf Supartono di lapangan menyampaikan bahwa pemasangan baleho ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Bone Balantak dan Kecamatan Batui pada umumnya untuk stop membakar hutan dan lahan. Mari kita cegah api sekecil apapun, karena dampak Karhutla sangat merugikan, baik untuk kesehatan, ekonomi, maupun ekosistem,” ujar Kapten Inf Supartono di lokasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas atau aparat desa setempat apabila melihat adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan.
Warga Desa Bone Balantak menyambut baik pemasangan baleho tersebut. Dengan adanya imbauan yang jelas dan terlihat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran semakin meningkat.
Kegiatan pemasangan baleho Stop Karhutla oleh Koramil 1308–03/Batui ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar.( Koramil 03 Batui ).












