Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sekop, cangkul, dan gerobak dorong, personel Yonif TP 873/MM, Brimob, dan warga bekerja bahu-membahu mengangkut material tanah. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mempercepat proses rehabilitasi pascabencana.
Meski cuaca cukup terik, semangat para prajurit Yonif 873/MM dan personel Brimob Polda Sulteng tidak surut. Kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga memberikan motivasi dan harapan bagi warga untuk bangkit serta kembali menjalankan aktivitas, termasuk beribadah secara berjamaah.
“Kodam XXIII/Palaka Wira akan terus hadir membantu masyarakat dalam setiap tahapan pemulihan pascabencana. Pembangunan masjid darurat ini bukan sekadar membangun sarana ibadah, tetapi juga membangun kembali semangat, kebersamaan, dan harapan masyarakat untuk bangkit,”.
Melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan masjid darurat di Desa Kamarora diharapkan segera rampung sehingga dapat menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus memperkuat ketahanan spiritual masyarakat selama proses pemulihan pascabencana.( Pendam XXIII/PW )










