Wabup Aceh Tamiang Pimpin Upacara Harla Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E., I, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Upacara berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Bupati Aceh Tamiang, Senin (1/6/2026) pagi.

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” ini diikuti unsur ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan perwakilan pelajar se-Kabupaten Aceh Tamiang. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Wabup Ismail membacakan sambutan resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya.

Baca juga Artikel ini:  Safari Ramadhan 1447 H: Bupati dan Wabup Aceh Tamiang Tekankan Penguatan Ukhuwah dan Fokus Penanganan Pascabencana

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Wabup membacakan pidato BPIP.

Lebih lanjut, Pancasila ditegaskan sebagai “jangkar moral” bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Wabup Ismail mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology.

Baca juga Artikel ini:  Kontingen Aceh Tamiang Ukir Prestasi Gemilang di Anugerah GTK Aceh 2025

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” sebutnya.

Beliau juga menegaskan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara pengukuhan yang menandai berakhirnya masa tugas anggota Paskibraka Tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *