Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id | Menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, jajaran TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan melalui Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Kodim 0117/Aceh Tamiang.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Lapangan Tamiang Sport Center, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., bersama unsur terkait lainnya.
Apel dipimpin langsung oleh Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.E., M.M., selaku Inspektur Apel. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa latihan penanggulangan bencana bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi situasi darurat.
Kesiapan tersebut mencakup personel, peralatan, sarana dan prasarana, mekanisme evakuasi, hingga pola komunikasi dan koordinasi lintas sektor.
“Latihan ini menjadi momentum untuk mengecek sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ketika kondisi darurat terjadi, seluruh unsur dapat bergerak secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” demikian penekanan dalam pelaksanaan apel.
Latihan lapangan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026, dengan melibatkan kekuatan lintas instansi. Unsur yang terlibat antara lain TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, PDAM, PLN, serta unsur terkait lainnya.
Pelibatan berbagai instansi tersebut mencerminkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan respons terpadu. Bencana tidak hanya menuntut kecepatan evakuasi dan penyelamatan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk layanan kesehatan, ketersediaan air bersih, kelistrikan, hingga pemulihan fasilitas yang terdampak.
Dalam konteks tersebut, sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor strategis. Setiap unsur dituntut mampu memahami rantai koordinasi, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta mengambil keputusan secara cepat berdasarkan kondisi di lapangan.
Kesiapsiagaan juga tidak boleh berhenti pada kesiapan personel dan peralatan. Lebih jauh, latihan menjadi sarana membangun kesamaan persepsi, disiplin komando, komunikasi efektif, dan kemampuan mengambil tindakan dalam situasi penuh tekanan.
Dengan demikian, ketika bencana benar-benar terjadi, tidak ada lagi ruang untuk kebingungan dalam menentukan langkah. Setiap unsur telah mengetahui apa yang harus dilakukan, siapa yang harus bergerak, dan bagaimana seluruh kekuatan dikerahkan untuk meminimalkan risiko serta melindungi masyarakat.
Melalui latihan ini, Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama TNI-Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait menegaskan komitmen untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang responsif, terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Prinsipnya sederhana namun fundamental: bencana tidak dapat diprediksi secara pasti, tetapi kesiapsiagaan dapat dipersiapkan sejak dini.
Apel Gelar Pasukan berakhir sekitar pukul 08.45 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Selanjutnya, rangkaian latihan lapangan penanggulangan bencana dilaksanakan sesuai skenario dan tahapan yang telah ditetapkan.
Sumber : Humas Polres Aceh Tamiang












