Polri  

Polsek Tamiang Hulu Intensifkan Monitoring Sungai Tamiang, Debit Air Surut 50 Sentimeter

0:00

Aceh Tamiang – ragamrajawalinusantara.id| Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tamiang Hulu terus memperkuat langkah preventif dalam mengantisipasi potensi luapan Sungai Tamiang. Pemantauan debit air dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan setiap perubahan kondisi sungai dapat direspons secara cepat.

Monitoring dilaksanakan personel Pos Polisi Bandar Pusaka, Aipda Sofyan Efendi, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, di kawasan Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit Sungai Tamiang terpantau mengalami penurunan sekitar 50 sentimeter dibandingkan kondisi pada pagi hari. Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau cerah hingga ke arah hulu Sungai Tamiang.

Baca juga Artikel ini:  Polsek Bunta Langsung Kawal Pawai Ogoh-Ogoh di Wilayah Hukumnya

Meski menunjukkan perkembangan positif dengan menurunnya debit air, jajaran Polsek Tamiang Hulu tidak ingin mengambil risiko. Pemantauan tetap dilakukan secara intensif mengingat kondisi sungai masih dinamis dan perubahan cuaca di wilayah hulu berpotensi memengaruhi ketinggian maupun arus air.

Personel kepolisian juga terus membangun koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan perkembangan situasi di sepanjang aliran sungai dapat diketahui secara cepat. Perangkat desa diimbau segera melaporkan apabila terjadi perubahan signifikan, khususnya jika debit air kembali mengalami kenaikan.

Polsek Tamiang Hulu juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran Sungai Tamiang. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak mandi maupun bermain di sungai, mengingat debit air masih relatif tinggi dan karakteristik arus dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga Artikel ini:  Kapolres Pidie Pimpin Upacara Kesadaran Nasional

Langkah monitoring tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini dan mitigasi risiko yang dilakukan kepolisian untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan maupun korban akibat perubahan debit dan arus sungai.

Kepolisian menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi setiap kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.

Polri hadir tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui langkah preventif untuk memastikan masyarakat tetap aman, waspada, dan terlindungi.

Baca juga Artikel ini:  Pengacara Korban KDRT Ingatkan Penyidik Polres Lampura Profesional

Sumber : Humas Polres Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *