PAGIMANA,
Pembangunan Jembatan itu merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik sarana air bersih di berbagai daerah di Indonesia.
Peresmian Jembatan Beton Merah Putih d dihadiri Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa. S.Pd. ,Asisten II Pemda Banggai Faisal Karim ,Pasi Ter Kodim 1308/LB Lettu Rahman ,Camat Pagimana Wahyudin Sangkota.SH., Kajabjari Kec Pagimana David Andrianto. SH.MH ,Kapolsek Pagimana Iptu Alpian ,PJ Danramil 07/ Pagimana Peltu Yanto Balubi ,Kepala Desa Toipan Ir. Dedi Gale ST. ,Kades Desa Siuna Sumitro Musa ,Kades Poh Mulyadi Nayu ,Kades Tombang Kamarudin, Babinkamtibmas Brigpol Fajri Hinelo, Anggota Koramil 07/ Pagimana : 20 orang ,Ibu Persit Koramil 07/ Pagimana ,15 orang
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa S.Pd mengatakan pembangunan Jembatan Beton Merah Putih merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah sekaligus upaya membantu masyarakat mendapatkan akses transportasi yang lebih baik.
“Untuk rencana berikutnya, kami masih berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah terkait pembangunan jembatan gantung di satu titik aja, yaitu di Desa Toipan Kecamatan Pagimana,” katanya.
Ia mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi mengenai wilayah yang membutuhkan pembangunan jembatan.
Menurut dia, informasi dari masyarakat penting agar pembangunan infrastruktur dapat diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Kami berharap ada informasi dari masyarakat terkait tempat-tempat yang memang membutuhkan dan kemungkinan pembangunan jembatan tersebut bisa sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan Jembatan Beton Merah Putih di sejumlah wilayah Kodim 1308/LB diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antardesa, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi, pendidikan dan sosial.
Jembatan Beton Merah Putih juga menjadi salah satu bentuk sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga.
Dengan terbukanya akses transportasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berdagang, mengakses pendidikan dan mengembangkan potensi ekonomi di wilayah setempat.












